8 Rekomendasi Makanan Untuk Anak Kucing Kecil

Rekomendasi makanan anak kucing

Dalam memberikan makanan kucing, ada beberapa hal yang harus diperhatikan, sebab tidak semua bahan makanan cocok untuk kucing. Terlebih untuk anak kucing yang masih kecil, Anda sebagai pemilik harus lebih berhati-hati dalam memberikan makanan karena pencernaannya masih rentan. Apa saja makanan untuk anak kucing yang aman untuk diberikan?

Rekomendasi makanan anak kucing
Anak Kucing Makan

Rekomendasi Berbagai Merk Makanan Untuk Anak Kucing

Berikut beberapa rekomendasi merk makanan untuk anak kucing.

1. Me-O Kitten

Me-O Kitten
Me-O Kitten

Brand Me-O memiliki banyak varian produk. Untuk anak kucing, Anda bisa membeli varian Me-O Kitten seharga Rp45.000-Rp50.000 untuk ukuran 1,2 kg. Namun jika kucing Anda sudah dewasa dan merupakan kucing persia, Anda bisa memberikan Me-O Persian yang harganya Rp70.000 untuk ukuran 1,5 kg.

2. Equilibrio

Equilibrio
Equilibrio kitten

Untuk merk Equilibrio merupakan salah satu merk makanan kucing premium, sehingga harganya relatif mahal. Untuk anak kucing, Anda bisa memberikan Equilibrio Kitten yang harganya Rp95.000 untuk berat 1,5 kg.

Jika anak kucing Anda sudah dewasa, Anda bisa menggantinya dengan Equilibrio adult dengan harga yang sama dengan Equilibrio Kitten. Atau bisa memberi Equilibrio Persian seharga Rp125.000 untuk berat 1,5 kg.

3. Proplan

Proplan Kitten
Proplan Kitten

Seperti Equilibrio, Proplan juga merupakan jenis makanan kucing premium. Untuk Proplan Kitten yang sudah dikemas 500 g harganya Rp52.000. Sedangkan untuk Proplan Adult yang sudah dikemas 500 g, harganya Rp40.000. Proplan Adult memiliki beragam varian rasa.

4. Royal Canin

Royal Canin Kitten
Royal Canin Kitten

Merk Royal Canin sudah terkenal sebagai makanan kucing premium yang tentu saja harganya tidak murah. Ada banyak varian dari Royal Canin, tentunya disesuaikan dengan kebutuhan kucing. Ada varian kitten, adult, intestinal, hypoallergenic, hingga urinary.

Royal Canin Kitten tapi non-persian harganya sekitar Rp210.000 untuk kemasan 2 kg. Sedangkan untuk Royal Canin Adult yang sudah dikemas ulang seberat 400 g harganya sekitar Rp50.000.

Varian lain Royal Canin, seperti intestinal dan hypoallergenic dibuat khusus untuk kucing dengan masalah pencernaan. Sedangkan Royal Canin Urinary dibuat khusus untuk kucing yang saluran kencingnya bermasalah.

5. Champion Petfoods Orijen Cat & Kitten

Orijen Cat & Kitten
Orijen Cat & Kitten

Makanan untuk anak kucing satu ini dibuat dari daging segar dengan komposisi hingga 85%. Dengan komposisi demikian, maka tidak heran jika harganya juga mahal.

Mesk harganya mahal, pengemasan produk Orijen Cat & Kitten memang dalam kemasan besar, yakni 5,4 kg. Jadi satu kemasannya saja bisa digunakan dalam jangka waktu yang lama. Untuk kemasan 5,4 kg tersebut, harga Orijen Cat & Kitten sekitar Rp 1.190.000.

6. Nature Bridge

Nature Bridge Kitten
Nature Bridge Kitten

Merk Nature Bridge terbilang produk baru dan merupakan buatan Tiongkok. Untuk Nature Bridge Adult, harganya Rp160.000 untuk kemasan 1,5 kg. Sedangkan Nature Bridge Kitten harganya lebih mahal, yakni Rp200.000 untuk kemasan 1,5 kg.

7. Whiskas

Whiskas Kitten
Whiskas Kitten

Produk satu ini tentu sudah dikenal oleh banyak pecinta kucing, karena harganya terjangkau dan mudah ditemui. Anda bisa dengan mudah menemukannya di minimarket atau pet shop. Whiskas Kitten kemasan 480 g dijual seharga Rp27.000, sedangkan untuk Whiskas Adult 480 g dijual seharga Rp24.500.

8. Blackwood

Blackwood Kitten
Blackwood Kitten

Merk Blackwood diproduksi oleh Amerika Serikat. Kabarnya, pakan kucing dari negara-negara di Benua Amerika dan Eropa memiliki kualitas terbaik, karena kesadaran atas hak-hak hewan lebih baik.

Baca Juga : 10 Rekomendasi Susu untuk Anak Kucing Yang Sehat

Harganya pun terbilang tidak terlalu mahal. Untuk kemasan besar seberat 6 kg dijual dengan harga Rp462.000. Karena sudah dalam kemasan besar, jadi bisa dipakai untuk waktu yang lama dalam sekali beli.

Memilih Makanan Kering Untuk Kucing

Anda sudah mengetahui rekomendasi berbagai merk makanan untuk anak kucing. Baik untuk kucing dewasa maupun anak kucing, memilih makanan kering tidak boleh asal-asalan. Kalau Anda masih bingung mau memilih merk mana dari rekomendasi di atas, Anda bisa simak dulu beberapa tips berikut.

1. Melihat bahan bakunya

Sebelum membeli, Anda bisa mengecek dulu komposisi dari makanan kucing tersebut. Karena kucing merupakan hewan karnivora, maka pilih makanan dengan bahan baku daging ya. Memang mungkin harganya lebih mahal, tapi yang pasti bisa mencukupi nutrisi untuk kucing Anda.

Sebisa mungkin hindari makanan yang mengandung gandum, atau bahan baku berkarbohidrat lainnya. Kalau memang terpaksa membeli makanan yang mengandung bahan gandum, usahakan pilih yang kandungan gandumnya paling sedikit ya.

2. Pilih makanan yang tidak mengandung zat pewarna

Selain pada makanan manusia, beberapa zat aditif sering ditambahkan pada pakan kucing. Beberapa tujuan penambahan itu adalah mencegah oksidasi, muncul jamur, hingga pembusukan. Beberapa pakan kucing juga ada yang diberi warna, namun agar lebih aman, lebih baik hindari jenis pakan tersebut ya. Nafsu makan kucing tidak berkaitan dengan warna makanannya kok.

Kalau memang Anda mau makanan yang mengandung antioksidan agar tidak cepat membusuk, Anda bisa memilih makanan dengan antioksidan alami. Salah satu bahan antioksidan alami yang bisa digunakan dalam pakan kucing adalah ekstrak rosemary.

3. Sesuaikan dengan usia dan pertumbuhan kucing

Beda usia dan tahap pertumbuhannya, tentu berbeda juga makanannya. Untuk anak kucing kurang dari setahun, misalnya, pilih makanan untuk anak kucing dengan kandungan nutrisi yang mencukupi pertumbuhannya. Jika memasuki usia tiga bulan dan sudah disapih, Anda bisa memberikan makanan kering tiga kali dalam sehari dalam jumlah cukup banyak.

4. Sesuaikan dengan kebutuhan kucing

Untuk kucing dewasa, usahakan pilih makanan yang tidak mengandung banyak kalori, karena hal itu bisa membuat kucing menjadi obesitas. Sebaiknya pilih juga makanan dengan kadar magnesium rendah agar si kucing terhindar dari penyakit saluran urin.

Kalau kucing Anda tengah hamil dan menyusui, Anda bisa memilih makanan dengan kalori yang tinggi. Mereka umumnya membutuhkan nutrisi ekstra dibandingkan sebelum hamil. Meski begitu, lakukan pemberian makanan secara berkala agar bisa dicerna dengan baik.

Kalau kucing Anda sudah tua, berusia tujuh tahun atau lebih, Anda sebaiknya memilih makanan yang rendah kalori dan mudah dicerna. Di usia tersebut, kinerja jantung, ginjal, pencernaan, dan organ lainnya sudah mulai menurun. Oleh karena itu, sebaiknya Anda memilih makanan yang memang khusus untuk kucing tua.

Begitu juga dengan kondisi kucing yang lain, seperti ras tertentu, pilih makanan yang memang khusus untuk ras kucing tersebut. Kalau kucing Anda merupakan kucing indoor, sesuaikan juga makanannya dengan aktivitasnya yang lebih banyak di dalam ruangan ya.

Makanan Yang Tidak Baik Untuk Anak Kucing

Beberapa jenis makanan berikut sangat tidak direkomendasikan untuk diberikan pada anak kucing.

1. Makanan dengan Kandungan Laktosa

Pencernaan kucing tidak dapat mencerna laktosa dengan baik. Oleh karena itu, pemberian makanan atau minuman yang mengandung laktosa sangat tidak dianjurkan untuk kucing. Jadi hanya berikan susu khusus untuk kucing ya.

2. Berbagai Jenis Cokelat

Bukan hanya anjing, kucing pun sebenarnya tidak boleh diberi makanan yang terbuat dari cokelat. Cokelat tersebut bisa meracuni dan mengganggu pencernaan kucing. Selain itu, cokelat bisa memicu detak jantung kucing menjadi tidak teratur.

3. Nasi dalam Jumlah Banyak

Dalam jumlah yang sedikit, tubuh kucing masih bisa menerima karbohidrat dari nasi. Namun pemberian dalam jumlah banyak tidak dianjurkan untuk kucing. Bagaimanapun, pencernaan kucing dirancang untuk mencerna daging. Jadi pemberian nasi dalam jumlah yang banyak bisa saja mengganggu pencernaannya.

4. Makanan yang Banyak Mengandung Lemak

Tidak jauh berbeda dengan manusia, kucing yang terlalu banyak mengonsumsi lemak juga bisa berdampak buruk pada tubuhnya. Pemberian makanan yang mengandung lemak tetap dianjurkan, namun tidak boleh berlebihan ya.

5. Telur Mentah

Jangan lupa untuk merebus telur dahulu kalau Anda ingin memberikan telur pada kucing. Di dalam telur mentah bisa saja terdapat bakteri Salmonella yang bisa mengganggu penyerapan vitamin B pada tubuh kucing. Selain itu, berikan saja kuning telurnya kepada kucing, tanpa putih telurnya.

6. Jenis Bawang-bawangan

Bahan yang tidak direkomendasikan sebagai makanan untuk anak kucing berikutnya adalah bawang-bawangan. Dalam bawang ada kandungan senyawaan disulfida dan sulfoksida yang berbahaya bagi kucing. Kedua zat tersebut bisa mengganggu kinerja sel darah merah dan menimbulkan sakit cukup parah pada kucing.

7. Tulang Ikan

Daging ikan memang menjadi salah satu sumber makanan yang baik untuk kucing, namun tidak dengan tulangnya. Tulang ikan dengan duri-duri yang tajam itu bisa saja melukai tenggorokan atau mulut kucing. Jadi ketika memberi ikan, pastika tulang dan durinya telah dibersihkan ya.

Baca juga : 8 Jenis Kucing Tanpa Bulu dan Harganya Terbaru 2020

Jadi, sudah tidak bingung lagi kan dalam memilih makanan untuk anak kucing?

About Nesya Damayanti

Dari kecil memang suka kucing. Sekarang nulis blog ini sebagai kegiatan rutin setelah lulus dari kuliah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *