Penyebab dan Cara Mengatasi Mulut Kucing Bau

mulut kucing bau

Sebagai seekor hewan, tentu sudah pasti kalau kondisi kucing tidaklah selalu bersih seperti manusia. Apalagi kalau kamu sering membiarkan si kaki empat kesayangan keluar rumah, bukan tak mungkin bulu mereka bisa kotor, lusuh hingga mulut kucing bau. Tentunya hal ini akan mengurangi kegemasan kepada kucing itu sendiri.

mulut kucing bau
Mulut Kucing Bau

Apalagi kalau kamu termasuk orang yang begitu gemar bercengkrama hingga tidur dengan kucing, kebersihan anabul (anak bulu) tentu harus sangat diperhatikan. Yap, memelihara kucing memang tidak hanya memberinya makan, minum serta kandang. Namun lebih lanjut, harus aktif dalam menjaga kesehatannya.

Kucing yang senantiasa sehat dan memperoleh nutrisi gizi terbaik tentu bakal tumbuh menggemaskan dan berusia panjang. Sementara itu kucing yang sakit, bisa saja menularkan penyakit itu ke kucing-kucing lain hingga manusia. Bahkan kalau sakitnya berkepanjangan, kucing bisa saja meninggal dunia yang akan membuat kamu sedih.

Pada dasarnya kucing akan mudah sakit saat asupan makanan mereka berkurang dan membuat mulut mereka mudah bau Bahkan untuk bau mulut ini, sudah sejak lama juga dianggap sebagai gejala penyakit. Kucing yang mulutnya bau jelas tidak memperoleh asupan makanan normal sehingga akan rentan terkena infeksi bakteri dan virus.

Untuk itulah sebagai seorang pemilik yang bertanggung jawab, kamu harus mulai waspada jika mulut kucing mulai mengeluarkan bau tak sedap. Agar kondisi kesehatannya tidak terancam, kamu wajib mengetahui hal-hal yang membuat mulut si kucing bisa beraroma tidak sedap sekaligus cara mengatasinya. Dengan begitu kucing dan pemilik akan sama-sama bahagia.

Penyebab Mulut Kucing Bisa Bau

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, mulut kucing bau jelas tidak menyenangkan. Selain sebagai gejala penyakit, mulut yang berbau akan membuat kamu tidak bisa bercengkerama dengan si kaki empat lagi. Agar bisa tahu cara pengobatan yang tepat, berikut ini adalah penyebab bau mulut pada kucing.

1. Kucing Sudah Tua

Meskipun sama-sama makhluk hidup seperti manusia, perbandingan usia hidup kucing dan kamu sangatlah berbeda. Jika manusia bisa hidup hingga usia 70-80 tahun, kucing liar justru cuma akan bertahan selama 2-8 tahun saja. Namun ketika kucing dipelihara di dalam rumah, usia harapan hidupnya bisa melonjak hingga 12-15 tahun.

Dan ketika kucing berusia tua, akan muncul beberapa masalah dalam dirinya seperti bau mulut yang ternyata merupakan gejala penyakit periodontal. Secara mudahnya, periodontal adalah pembentukan plak oleh bakteri pada rongga mulut. Ras-ras kucing seperti Himalayans dan Persia lebih rentan mengalaminya karena susunan gigi mereka berdekatan.

Periodontal terjadi ketika bakteri dan sisa-sisa makanan tertinggal serta menumpuk di sekitar gigi sehingga membentuk plak. Kalau tidak dibersihkan, mineral dan senyawa dari air liur akan bereaksi sehingga membuat plak menempel makin kuat, sehingga memicu peradangan. Hingga akhirnya nanti kucing mengalami bau mulut tidak sedap yang berkepanjangan.

2. Infeksi Virus

Dalam dunia kucing, ada beberapa penyakit yang disebabkan oleh virus dan sangat mematikan. Penyakit-penyakit akibat virus itu seperti panleukopenia, calicivirus dan rhinotracheitis. Jika kucing kamu dalam kondisi belum divaksin dan terserang virus, kemungkinan untuk bertahan hidup sangatlah kecil.

Kamu harus mengenali gejala awal virus yakni mulut kucing bau. Memang kenapa bisa bau? Karena kucing yang terserang virus akan enggan makan sehingga mulut mudah kering dan jumlah produksi air liur menurun. Padahal ludah berfungsi mengendalikan pertumbuhan senyawa belerang volatil yang bikin mulut bau.

3. Gangguan Ginjal

Tahukah kamu, kucing ternyata juga bisa mengalami penyakit gangguan ginjal, lho! Di dalam tubuh, ginjal bertugas dalam proses pembuangan racun, kadar galam berlebihan dan urea (limbah nitrogen hasil dari metabolisme protein).

Jika ginjal tak bisa menjalankan fungsinya, urea dan amonia akan kembali masuk ke pembuluh darah. Kalau dibiarkan, kondisi ini bisa memicu bau mulut pada kucing hingga membahayakan nyawanya.

4. Nutrisi Makanan Buruk

Tidak semua kucing memang bisa hidup di dalam rumah. Ada banyak sekali kucing-kucing liar terlantar yang terpaksa bertahan hidup dengan makan apapun yang ditemukan di tempat sampah. Mau sisa nasi, sisa lauk atau limbah ikan yang bertekstur basah dan minim nutrisi Padahal sekadar informasi, kucing tidak dianjurkan untuk menyantap makanan yang basah.
Makanan basah ini memang tidak membutuhkan banyak kunyahan, tetapi gampang menempel dan menimbulkan karang gigi pemicu mulut mereka jadi bau. Hal inilah yang membuat beberapa dokter hewan tidak menganjurkan pemberian pakan basah alias wetfood (WF) dalam jangka panjang.

5. Gangguan Hati dan Diabetes

Penyakit dalam lain yang menjadi penyebab mulut kucing bau ialah organ hati bermasalah dan diabetes. Diabetes biasanya lebih sering terjadi pada kucing yang doyan makan nasi. Kandungan karbohidrat yang tinggi pada nasi dan ketidakmampuan kucing mengolahnya secara maksimal, membuat kadar gula darah meningkat sehingga bisa memicu diabetes.

Kucing yang diabetes juga akan membuat mulutnya mengeluarkan aroma tidak sedap, begitu pula kalau organ hatinya bermasalah. Lantaran itulah, kesehatan organ dalam kucing juga wajib kamu perhatikan.

Dengan memahami berbagai penyebab bau pada mulut kucing, kamu tentu akan lebih siap dan melakukan prosedur pengobatan. Cara terbaik memang berkonsultasi dengan dokter hewan. Namun ada beberapa tindakan sederhana yang bisa kamu lakukan di rumah untuk membuat anabul kembali sehat dan terhindar dari bau mulut.

Cara-Cara Mengobati Mulut Kucing yang Berbau

Sudah disinggung sebelumnya kalau aroma mulut kucing yang tidak sedap tentu membuat kenyamanan pemiliknya terganggu. Supaya tetap bisa menghabiskan waktu dengan si kaki empat kesayangan, berikut ini adalah beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk mengurangi bau mulutnya.

1. Beri Pakan dan Minum Sehat

Sebagai karnivora sejati, makanan alami kucing memang adalah daging hewan. Hanya saja kebiasaan ini justru malah memicu bau mulut yang luar biasa. Bagi kamu yang memelihara kucing dan membiasakannya untuk indoor, cobalah mengganti pakan mereka ke jenis pakan kering alias Dry Food (DF).

Saat ini kamu bisa menemukan banyak sekali DF di pasaran atau petshop dengan harga beragam. Tentunya supaya nutrisi kucing tetap terpenuhi, beli DF dengan kandungan protein yang tinggi serta kibble cukup keras supaya plak gigi tidak mudah terbentuk. Jangan lupa juga sertakan air minum bersih agar mencegah penyakit ginjal.

2. Diberi Obat

Hal berikutnya yang bisa dilakukan demi mengurangi kondisi mulut kucing bau ialah diberi obat. Di beberapa petshop kadang menyediakan obat penghilang bau mulut pada kucing seperti spray antiseptik Fresh C Mouth atau Virbac Aquadert. Namun kalau ingin memperoleh pendapat dari profesional, segera bawa kucing ke dokter hewan.

Kalau bau mulut pada kucing sudah berlebihan, dokter hewan jelas akan memberikan obat sesuai dosis hingga dirawat inap. Bahkan bukan tak mungkin, dokter hewan akan memberikan antibiotik demi mengurangi infeksi bakteri di rongga mulutnya.

3. Lakukan Scaling

Scaling alias pembersihan karang gigi bisa jadi pertimbangan berikutnya untuk menghilangkan aroma tidak sedap dari mulut kucing. Apalagi kalau kucingmu terbiasa diberi pakan yang basah. Lantaran merupakan prosedur medis, maka kamu harus membawa si kaki empat ke dokter hewan langganan.

Demi perawatan maksimal, coba lakukan scaling pada kucing secara rutin minimal sekali dalam enam bulan. Kucing dengan usia tua lebih disarankan melakukan scaling supaya terhindar dari penyakit periodontal.

4. Diberi Vitamin Teratur

Selain pemberian obat, kondisi mulut kucing bau rupanya juga bisa dicegah dengan pemberian vitamin secara teratur. Kucing yang diberi vitamin secara rutin misalkan vitamin B kompleks, akan jauh lebih sehat dan doyan makan karena vitamin bekerja dari dalam tubuh kucing. Kucing yang sehat tentu bikin nyaman dan makin menggemaskan.

5. Latihan Gosok Gigi

Kendati terkesan aneh dan tidak masuk akal, kucing rupanya bisa juga dilatih untuk bersedia gosok gigi demi mengurangi aroma tidak sedap dari mulutnya. Hanya saja untuk melakukan hal ini dibutuhkan perjuangan dari pemilik, karena sejinak apapun kucing yang kamu miliki, mereka pasti akan berontak saat hendak digosok giginya.

Baca juga : 15 Perlengkapan Memelihara Kucing Yang Harus Siap

Bagaimana? Tidak sulit bukan sebetulnya untuk mengatasi kondisi mulut kucing bau tidak sedap? Kalau memang kamu cukup bertanggung jawab dengan memelihara mereka, pastikan mengikuti tata cara di atas demi menjaga si kucing senantiasa sehat dan terhindari dari penyakit. Karena bagaimanapun, kucing yang sehat bikin pemiliknya lebih sejahtera.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *