5 Penyakit Pada Anak Kucing Yang Umum Terjadi

Penyakit pada anak kucing

Anak kucing lebih rentang terserang penyakit jika dibandingkan dengan kucing dewasa. Sebagian besar penyakit pada anak kucing disebabkan oleh bakteri, infeksi dan parasit. Beberapa penyakit yang terjadi pada anak kucing disebabkan oleh faktor keturunan atau genetika.

Penyakit pada anak kucing

Merawat anak kucing berbeda dengan merawat kucing dewasa, terlebih anak kucing yang ditinggalkan induknya. Jika anak kucing yang dipelihara tanpa indukan maka dibutuhkan cara perawatan khusus.

Vaksinasi terbukti efektif mencegah anak kucing terserang penyakit. Oleh sebab itu sebaiknya jalankan vaksinasi pada anak kucing secara rutin. Selain itu faktor makanan dan kebersihan juga menjadi cara terbaik mencegah anak kucing terserang penyakit.

Beberapa jenis penyakit memang sering menyerang anak kucing. Sebaiknya Anda sebagai pemilik kucing mengetahui hal tersebut. Berikut adalah beberapa penyakit pada anak kucing yang paling umum terjadi .

1. Kutu Kucing

Kutu kucing secara alami dapat menyerang kucing pada segala usia, tetapi anak kucing atau kitten sangat rentang terhadap serangan kutu kucing. Tentu saja hal tersebut sangat mengganggu keadaan anak kucing yang masih kecil.

Kutu yang menyerang anak kucing bisa menyebabkan anemia karena kutu tersebut hidup sebagai parasit menyedot darah anak kucing. Darah dari anak kucing menjadi sumber makanan kutu kucing yang bersarang pada bulu.

Selain itu kutu kucing dapat menyebarkan penyakit ke anak kucing misalnya saja infeksi Bartonella dan Mycoplasma.

Untuk mencegah anak kucing terserang kutu selalu jaga kebersihan lingkungan kucing termasuk kandang mereka. Mandikan kucing secara rutin setidaknya 2 kali dalam sebulan. Gunakan produk shampoo khusus untuk kucing yang memiliki formula menghilangkan kutu kucing.

2. Tungau Telinga

Tungau telinga adalah penyakit yang umum menyerang kucing terutama anak kucing. Ciri utama anak kucing terkena tungau telinga biasanya keluaran cairan berwarna hitam atau coklat di telinga yang bentuknya seperti bubuk kopi.

Gejala tersebut bisanya disertai dengan peradangan dibagian kepala karena anak kucing sering menggaruk bagian tubuh sekitar kepala.

Jenis penyakit berupa tungau telinga membutuhkan perawatan dan pengobatan tuntas. oleh sebab itu segera obati anak kucing yang terkena tungau telinga dengan obat yang disarankan oleh dokter hewan.

Untuk mencegah anak kucing terkena tungau telinga selalu jaga kebersihan kucing dan lingkungan kucing. Berikan makanan bergizi pada anak kucing agar memiliki sistem imum yang kuat. Program vaksinasi juga harus rutin diberikan kepada anak kucing.

3. Infeksi Saluran Pernapasan

Penyakit infeksi saluran pernapasan pada anak kucing disebabkan oleh virus herpes (rhinotracheitis) dan feline calicivirus. Jenis virus ini dapat menyebabkan bersin, ingusan, dan konjungtivitas (mata merah) pada anak kucing.

Penyakit ISPA dapat mudah menular dari satu anak kucing ke anak kucing lainnya. Oleh sebab itu jika mengetahui ada anak kucing yang terkena ISPA segera pisahkan anak kucin tersebut dengan anak kucing lainnya.

Selain anak kucing perlu diwaspadai juga bahwa kucing dewasa juga rentang terserang ISPA. Apalagi kucing dewasa yang stres atau dalam kondisi tidak sehat sangat rentang tertular ISPA dari kucing lain.

Memang gejala yang paling parah terjadi anak kucing. oleh sebab itu kondisi anak kucing harus lebih dijaga kesehatannya. Sedangkan kucing dewasa sudah terbentuk anti body yang kuat jadi tidak rentang terhadap penyakit. Namun baik anak kucing atau kucing dewasa harus sama-sama dijaga kesehatannya.

Dilansir dari PetMD, Sebagian anak kucing sembuh dari infeksi saluran pernapasan (ISPA) dalam satu atau dua minggu setelah melalui perawatan yang baik. Perawatan dapat dilakukan dengan cara istirahat cukup, merangsang anak kucing untuk lahap makan dan minum, memberikan makanan bergizi, menambahkan vitamin kucing, cek kesehatan rutin ke dokter hewan dan menjaga kebersihan kandang kucing.

4. Parasit Usus

Anak kucing memang rentang terhadap serang parasit usus terutama cacing. Jenis parasit usus yang cukup umum ditemukan pada anak kucing adalah cacing gelang dan cacing tambang. Cacing parasit lain yang sering menyerang anak kucing antara lain cacing pita, Coccidia dan Giardia.

Sebagian kasus penularan parasit usus pada anak kucing terjadi setelah anak kucing dilahirkan. Penularan parasit usus ini terjadi bisa melalui ASI induknya, terkontaminasi dengan kucing yang terjangkit parasit atau terkontaminasi melalui lingkungan.

Jika terjadi indikasi anak kucing cacingan maka segera lakukan pengobatan dan perawatan secara rutin. Anda bisa memberikan anak kucing obat cacing khusus untuk kucing. Jika anak kucing yang cacingan tak kunjung membaik segera bawa ke dokter hewan agar segera mendapatkan penanganan khusus. Selain itu pastikan Anda mengikuti dengan seksama petunjuk pengobatan yang diberikan oleh dokter hewan.

5. Diare

Anak kucing rentang terhadap diare atau mencret, maklum saja sistem imum kitten belum sekuat kucing dewasa. Penyebab diare pada anak kucing bisa karena bakteri atau makanan yang tidak cocok. Bisa juga karena stress yang berlebihan pada anak kucing tersebut.

Jika anak kucing mengalami diare ringan dikarena stress atau terjadi pola makan biasanya akan sembuh dalam waktu singkat. Perawatan cukup dengan mengganti makanan dan pengobatan smtomatik.

Namun untuk diare berat disebabkan oleh bakteri, parasit usus atau serangan virus dibutuhkan penanganan khusus. Jika dirasa diare tidak kunjung sembuh maka segera bawa ke dokter hewan.

Vaksinasi pada anak kucing adalah langkah terbaik untuk mengatasi diare dan serangan penyakit lainnya. Selalu menjaga kebersihan kucing dan lingkungannya juga sangat penting mencegah diare.

About Nesya Damayanti

Dari kecil memang suka kucing. Sekarang nulis blog ini sebagai kegiatan rutin setelah lulus dari kuliah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *