Jenis Parasit Pada Kucing (Endoparsit dan Ektoparasit)

Parasit Pada kucing

Parasit pada kucing bisa menyerang tubuh bagian dalam maupun bagian luar. Tentu parasit ini sangat merugikan kucing karena menggerogoti sari pati makanan kucing dan menimbulkan penyakit.

Parasit Pada kucing
Jenis Parasit Pada Kucing

Parasit adalah sebuah organisme yang suka hidup dengan cara menumpang pada organisme lain yang disebut hopes. Parasit ini mencari makannya juga melalui organisme yang ditumpanginya dan membuat kualitas hidup organisme tersebut menjadi berkurang.

Kucing juga salah satu hewan yang bisa terkena parasit dan membuatnya menjadi sakit. Yuk kenali apa saja parasit yang dapat menyerang kucing berikut ini.

Ada 2 jenis parasit pada kucing yaitu endoparasit dan ektoparasit. Kedua jenis parasit ini dapat menyerang kucing di mana endoparasit menyerang bagian dalam tubuh, sedangkan ektoparasit menyerang bagian luar tubuh.

Untuk informasi lebih jelasnya, berikut penjelasan mengenai 2 jenis parasit pada kucing :

1. Endoparasit

Endoparasit adalah jenis parasit yang menyerang tubuh kucing bagian dalam. Umumnya yang diserang organ dalam kucing misalnya usus, hati, dan paru-paru.

Untuk jenis endoparasit yang menyerang kucing adalah berbagai macam bentuk cacing yang tergolong ke dalam jenis parasit, yaitu cacing pita dan cacing gilig.

1. Cacing Gilig

Cacing yang menjadi parasit pada kucing adalah cacing gilig. Yang dimaksud Cacing gilig adalah cacing yang memiliki bentuk gilig dimana memiliki ukuran yang berbeda-beda.

Cacing yang termasuk ke dalam cacing gilig adalah Toxocara dan Ancylostoma yang dapat menyerang bagian saluran pencernaan kucing.

Selain itu, cacing Ancylostoma dapat membuat kerusakan pada organ usus kucing yang menyebabkannya mengalami anemia dan pendarahan.

Selain kedua cacing tersebut, terdapat berbagai macam jenis cacing lainnya yang bisa menyerang organ dalam kucing, seperti organ paru-paru, jantung, ginjal, dan sebagainya.

2. Cacing Pita

Cacing lain yang menjadi parasit pada kucing adalah cacing pita. Salah satu jenis cacing pita yang kerap menyerang hewan kucing adalah jenis Dipylidium sp.

Cacing termasuk dalam jenis parasit karena dapat memberikan efek buruk terhadap kondisi kucing. Cacing yang terdapat dalam tubuh kucing akan memakan sari-sari makanan dalam usus sehingga dinding usus kucing akan mengalami kerusakan.

Jika sudah demikian, kucing akan mengalami gejala anemia dan makin kurus karena gizi dalam tubuhnya digerogoti parasit.

Cara mengobati kucing yang terserang cacing dapat menggunakan obat cacing. Namun, Anda harus berkonsultasi dengan dokter hewan terlebih dahulu untuk menangani parasit pada kucing Anda.

2. Ektoparasit

Ekstoparasit adalah jenis parasit yang menyerang anggota badan kucing bagian luar. Jenis ekstoparasit pada kucing, meliputi tungau (mite), pinjal (flea), kutu (lice), dan caplak (tick) tapi jarang.

1. Tungau

Ektoparasit pertama yang sering menyerang kucing adalah tungau (mite), seperti Sacroptes, Demodex, Notoedres, dan Cheyletiella. Infeksi yang disebabkan oleh Sacroptes dinamakan scabies yang dapat membuat rasa gatal berlebihan pada kulit kucing. Rasa gatal tersebut membuat kucing merasa sangat tidak nyaman.

Jenis parasit pada kucing berupa tengau ini menyerang dengan cara membuat terowongan dalam kulit, kemudian bertelur di sana.

Namun, parasit ini tidak tampak pada permukaan kulit kucing. Karena beberapa kasus kucing yang mengalami penyakit ini tidak menunjukkan gejala rasa gatal.

Kemudian, kucing akan memperlihatkan rasa gatal yang berlebihan secara terus menerus sehingga membuatnya tidak nyaman.

Umumnya, tungau Sacroptes mulai menyebar dari bagian wajah sampai ke bagian tubuh lainnya serta dapat membuat kucing lain yang mendekatinya menjadi tertular. Memiliki sifat zoonosis, parasit jenis ini juga bisa menular ke orang yang ada di sekitarnya.

Cara untuk mengetahui apakah kucing Anda mengalami scabies atau tidak harus dengan tes laboratorium dengan menggunakan sampel dari kucing yang mengalami gejala tersebut. Tidak hanya menyerang kucing, scabies juga dapat menyerang anjing.

Jenis tungau lain yang menyerang kucing adalah Otodectes Cynotis yang dapat membuat radang pada telinga kucing. Saat kucing mengalami radang pada telinganya dan tidak segera ditangani maka radang tersebut akan semakin parah dan menyebabkan kucing menjadi tuli.

Gejala radang telinga pada kucing dapat diamati dari telinganya yang tampak kotor dan semakin lama akan mengeluarkan cairan bernanah yang bau.

Cara untuk mendeteksi Otodectes Cynotis adalah dengan tes laboratorium, yaitu dengan mengambil sampel dari earwax dalam telinga kucing. Selain itu, parasit ini juga dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop.

Otodectes Cynotis dapat menyebabkan infeksi pada bagian luar dan juga saluran telinga kucing. Umumnya, parasit pada kucing ini dapat menyebabkan kotoran telinga dan menutupi saluran telinga.

Anda tidak perlu khawatir jika kucing kesayangan mengalami gejala demikian. Karena infeksi akibat jenis tungau ini dapat disembuhkan dengan catatan dibawa ke dokter hewan dan mendapat penanganan yang tepat.

Infeksi yang disebabkan oleh tungau umumnya menimbulkan rasa gatal yang teramat sangat sehingga kucing merasa tidak nyaman saat terinfeksi tungau. Selain itu, tidak ada gejala yang terlihat pada kucing pada awal terinfeksi tungau.

Namun, rasa gatal akan muncul kemudian sehingga kucing sering terlihat menggosokkan tubuh ke benda di sekitarnya atau terlalu sering menggaruk-garuk bagian tubuhnya.

Saat infeksi tersebut sudah mulai parah, nafsu makan serta minumnya akan sangat terganggu karena merasakan tidak nyaman.

2. Pinjal

Ektroparasit lain yang sering menyerang kucing adalah pinjal atau Chenocephaides Felis. Parasit pada kucing ini tinggal pada tubuh inangnya karena memerlukan darah segar untuk melakukan reproduksi (bertelur). Saat sudah dewasa, parasit pada kucing ini akan bereaksi ketika ada peningkatan karbondioksida atau stimulasi getaran.

Telur pinjal juga dapat jatuh ke lingkungan sekitarnya sehingga saat akan melakukan pemberantasan pinjal pada kucing Anda sebaiknya lingkungan sekitar kucing juga turut diberantas.

Pinjal yang menyerang kucing ini memiliki warna hitam atau coklat kemerahan dan besarnya sekitar 1 hingga 3 mm. Jenis parasit pada kucing ini tidak bersayap dan bisa hidup pada tubuh inangnya selama 24 hari. Sebagian besar kucing yang dibiarkan berkeliaran di luar rumah, ditemukan adanya pinjal pada rambutnya.

Beberapa kucing tidak memperlihatkan adanya gejala pinjal bersarang di tubuh. Akan tetapi, ada sebagian kucing yang mengalami rambut rontok, iritasi secara berlebihan, peradangan hebat, bahkan hingga menyebabkan infeksi sekunder bakteri.

Tingkat keparahan yang disebabkan oleh pinjal tergantung pada sensitivitas masing-masing kucing. Jika pinjal menyerang kucing Anda, maka harus segera ditangani karena untuk mencegah adanya masalah lain yang ditimbulkan oleh pinjal dalam tubuhnya.

Kucing yang mengalami serangan ektroparasit, seperti kutu, tungau, atau pinjal dapat diobati dengan obat anti ektoparasit. Penanganan serta pengobatan yang tepat dapat mengatasi serangan ekstoparasit pada kucing Anda.

Kesabaran adalah hal yang sangat dibutuhkan dalam menjalani pengobatan ini. Hal tersebut dikarenakan tungau dapat tinggal lama dalam tubuh kucing sehingga membutuhkan waktu serta proses pengobatan yang tidak sebentar.

Untuk mencegah kucing terserang parasit Anda dapat melakukan perawatan khusus seperti memandikan secara rutin, grooming secara rutin, memberikan makanan berkualitas, memberikan obat cacing, memberikan vitamin, memberikan kasih sayang dan lain-lain.

Agar kucing bebas dari parasit Anda dapat membaca ulasan lengkap mengenai cara mencegah dan mengobati parasit pada kucing.

About Nesya Damayanti

Dari kecil memang suka kucing. Sekarang nulis blog ini sebagai kegiatan rutin setelah lulus dari kuliah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *