Jenis dan Karakter Kucing Kampung

Jenis kucing kampung

Kucing domestik, lokal, atau yang lebih akrab disebut sebagai kucing kampung memang mudah sekali ditemui di lingkungan sekitar. Jenis kucing kampung tersebut biasanya berkeliaran di pasar, warung makan, atau tempat lain. Meski bukan jenis favorit untuk peliharaan, kucing ini juga tidak kalah menggemaskan dibanding jenis lain lho. Ingin tahu lebih banyak mengenai kucing kampung? Berikut ulasannya.

Jenis kucing kampung
Kucing Kampung | Sumber : https://simomot.com

Jenis-Jenis Kucing Kampung

Sekarang ini kebanyakan orang hanya tahu kucing kampung saja namun jarang yang tahu jenis dari kucing tersebut. Perlu diketahui ternyata kucing kampung bervariasi jenisnya dan berikut ini adalah jenis-jenis kucing kampung :

1. Kucing Kampung Merah Bata

Kucing Kampung Merah Bata
Kucing Kampung Merah Bata | Sumber : apahabar.com

Kucing yang memiliki warna bulu merah bata ini sangat sering ditemui. Khususnya untuk wanita, kucing ini memiliki daya tarik tersendiri. Kucing ini terbilang cukup banyak dipelihara. Karakternya penurut, ceria, pemalas, lebih suka di rumah, dan kurang mahir dalam berburu.
Salah satu hal yang sangat dia sukai adalah ketika Anda membelainya di sekitar perut dan leher. Kucing ini juga hobi makan, jadi pastikan Anda sudah menyiapkan banyak stok makanan untuknya ya.

2. Kucing Kampung Hitam Putih

Kucing Kampung Merah Bata
Kucing Kampung Merah Bata | Sumber : apahabar.com

Dibandingkan dengan kucing merah bata, kucing ini lebih pandai berburu. Meski begitu, kucing hitam putih tidak menyukai perkelahian dengan sesamanya. Karakternya pemalas namun tetap mudah diatur. Hanya saja, semakin tua usianya maka kucing ini akan semakin sulit diatur.

3. Kucing Kampung Putih

Kucing Kampung Putih
Kucing Kampung Putih | Sumber : ibnudin.net

Warna bulunya yang total putih tanpa ada warna lain membuat kucing ini tampak begitu memesona. Tidak heran jika kucing kampung berwarna putih ini menjadi idaman cat lovers.

Jenis kucing kampung berwarna putih ini memiliki karakter suka bermain, pintar, dan energik. Kucing putih tidak pandai berburu atau berkelahi, dan terbilang rentan terhadap penyakit. Karena bulunya putih, tentu Anda harus rajin memandikan kucing kampung ini jika memeliharanya. Bulu yang kotor akan membuatnya tampak kusam. Pada umumnya kucing putih lebih banyak ditemui yang berkelamin betina dibandingkan jantan.

4. Kucing Kampung Hitam

Kucing Kampung Hitam
Kucing Kampung Hitam | Sumber : http://www.sukita.info

Jika kucing putih tampak begitu menggemaskan, kucing hitam akan cenderung tampak menakutkan. Di Indonesia sendiri, kucing hitam dikaitkan dengan mitos tertentu. Misalnya mitos yang mengatakan bahwa orang yang sudah meninggal akan hidup kembali jika dilewati oleh kucing hitam. Namun namanya saja mitos, maka hal tersebut juga tidak terbukti kebenarannya.

Karena warnanya yang hitam, bulu kucing ini tidak cepat terlihat kotor. Kucing hitam memiliki karakter yang aktif dan merupakan pemburu yang baik. Meski tampak menakutkan, tapi sebenarnya kucing ini penurut kepada pemiliknya.

5. Kucing Kampung Putih Merah Bata

Jenis Kucing Kampung Putih Merah Bata
Kucing Kampung Putih Merah Bata : Sumber :steemit.com

Kombinasi warna bulu dari kucing kampung satu ini adalah putih dengan bercak merah bata. Saat masih kecil, kucing ini sangat aktif dan suka bermain. Adaptasinya terhadap lingkungan baru juga terbilang cepat. Namun ketika sudah dewasa, kucing ini lebih senang berkelahi dibandingkan bermain dengan pemiliknya. Meski tidak terlalu menyukai berburu, tapi sebenarnya kucing ini pemburu yang baik. Selain itu, dia juga terkenal pemalas dan suka tidur.

6. Kucing Kampung Calico (Kembang Telon)

Kucing Kampung Kembang Telon atau Kucing Kampung Calico
Kucing Kampung Kembang Telon | Sumber : kucingpedia.com

Nyaris 100% kucing calico (kembang telon) memiliki jenis kelamin betina. Karakternya pintar dan energik. Namun karena sebagian besar jenis kelaminnya betina, kucing ini terbilang tidak mahir dalam berburu maupun berkelahi. Meski begitu, si kembang telon lebih suka berada di luar rumah dibandingkan di dalam rumah.

Spesies Kucing Asli Indonesia

Setelah mengetahui berbagai jenis kucing kampung yang ada di sekitar, mari menambah wawasan mengenai berbagai spesies kucing asli Indonsia. Berbagai spesies kucing tersebut, baik kucing kecil maupun kucing besar, tergabung dalam keluarga besar Felidae.

1. Leopard Cat/Kucing Congkok

Jenis Kucing Congkok atau Leopard Cat
Kucing Congkok | Sumber : atmago.com

Kucing congkok memiliki nama ilmiah Prionaliurus bengalensis. Di Indonesia, spesies kucing liar ini berada di Pulau Sumatera, Jawa, dan Kalimantan. Kucing congkok memiliki ciri khas bulunya berwarna kuning keabu-abuan dan terdapat tutul hitam di sekujur tubuhnya sehingga menyerupai macan tutul. Bagian perut dan dadanya berwarna putih.

2. Flat-headed Cat/Kucing Hutan

Kucing Hutan atau Flat-headed Cat
Kucing Hutan | Sumber : kucingpedia.com

Kucing hutan memiliki nama ilmiah Prionailurus planiceps. Panjang tubuhnya sekitar 41-50 cm dan beratnya sekitar 1,5-2,5 kg. Di Indonesia, kucing ini tersebar di daerah Pulau Sumatera dan Kalimantan dengan habitat di daerah lahan basah, seperti sekitar rawa dan tepi sungai.

Bentuk kepalanya pipih dan memiliki kombinasi warna bulunya pun unik. Di bagian kepala warnanya merah dan berangsur putih di bagian leher, dada, dan perut bawah. Bagian kaki, tubuh, dan ekornya berwarna hitam. Kucing hutan memiliki selapu renang di telapak kakinya sehingga memudahkan kucing ini ketika berenang dan bergerak cepat di tanah berlumpur.

3. Fishing Cat/Kucing Bakau

Kucing Bakau atau Fishing Cat
Kucing Bakau : Sumber : maniakucing.com

Nama ilmiahnya Prionailurus viverrinus. Populasi kucing ini berada di Pulau Sumatra dan Jawa. Sesuai dengan namanya, kucing bakau memiliki habitat di tepi sungai dan hutan bakau. Panjang tubuhnya sekitar 57-78 cm dengan berat bisa mencapai 5-16 kg. Kucing ini memiliki ekor yang cukup panjang, sekitar 20-30 cm. Warna bulunya abu-abu kehijauan dan memiliki pola tutul yang terbujur di sepanjang tubuh.

4. Bornean Red Cat/Kucing Merah Borneo

Bornean Red Cat atau Kucing Merah Borneo
Kucing Merah Borneo | Sumber : alamendah.org

Kucing merah Borneo memiliki nama ilmiahnya Pardofelis badia. Sesuai dengan namanya, hewan ini merupakan hewan endemik Kalimantan. Ukuran tubuhnya sekitar 53-67 cm dengan berat badan 3-4 kg. Panjang ekornya mencapai 32-39 cm.

5. Asiatic Golden Cat/Kucing Emas

Jenis Kucing Emas Indonesia
Kucing Emas Indonesia | Sumber : aktual.com

Kucing emas memiliki nama ilmiah Pardofelis temminckii. Di Indonesia, kucing ini hanya ada di Pulau Sumatera. Ukurannya cukup besar. Panjang tubuhnya mencapai 66-105 cm dengan berat badan 9-16 kg. Ekornya sepanjang 40-57 cm dan tinggi bahu sekitar 56 cm. Mangsa dari kucing ini beragam, mulai dari tikus besar, burung, reptil, domba, kambing, rusa muda sampai anak kerbau.

6. Marbled Cat/Kucing Batu

Marbled Cat atau Kucing Batu
Kucing Batu : Sumber : steemit.com

Kucing batu memiliki nama ilmiah Pardofelis marmorata. Dibanding kucing emas, kucing batu berukuran lebih kecil. Panjang tubuhnya berkisar 45-62 cm dan berat 2-5 kg. Ekor kucing ini sepanjang 35-55 cm. Pola warna tubuhnya menyerupai macan dahan. Kucing ini memiliki gerakan yang gesit dan pandai memanjat.

7. Sunda Clouded Leopard/Macan Dahan

Sunda Clouded Leopard atau Macan Dahan
Macan Dahan | sumber : bobo.grid.id

Macan dahan memiliki nama ilmiah Neofelis diardi. Macan dahan sendiri terbagi menjadi dua sub spesies, yaitu sub spesies Sumatera (Neofelis diardi) dan Kalimantan (Neofelis diardi borneensis).

8. Leopard/Macan Tutul Jawa/Macan Kumbang

Leopard / Macan Tutul Jawa / Macan Kumbang
Macan Kumbang : Sumber : www.merbabu.com

Macan ini memiliki nama ilmiah Panthera pardus melas. Macan tutul Jawa memang hanya ada di pulau Jawa. Ciri khasnya adalah bulu dengan tutul yang khas nyaris di sekujur tubuhnya. Seringkali didapati macan yang memiliki bulu warna hitam mengkilat yang dinamakan sebagai macan kumbang.

9. Sumatran Tiger/Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae)

Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae)
Harimau Sumatera : Sumber : www.goodnewsfromindonesia.id

Harimau Sumatera memiliki nama ilmiah Pathera tigris sumatrae. Kucing besar ini hanya ditemukan di Pulau Sumatera dengan populasi yang sudah sangat sedikit, kira-kira tidak lebih dari 400 ekor. Panjang tubuhnya sekitar 198-204 cm dengan berat mencapai 90-150 kg.

Merawat Kucing Kampung

Meski tidak terlalu diistimewakan seperti kucing ras, tidak ada salahnya melakukan perawat untuk jenis kucing kampung ini. Perawatannya pun tidak terlalu mahal. Berikut cara merawat kucing kampung yang dapat Anda lakukan.

1. Memberi makan secara teratur

Bila diberi makan secara teratur, kucing kampung juga tidak kalah lucu dengan kucing ras. Makanan yang dapat Anda berikan makanan kemasan atau makanan yang Anda buat sendiri. Pilihan makanan yang dapat diberikan pada kucing kampung adalah :

a. Daging

Tercipta sebagai karnivora, maka daging merupakan makanan favorit bagi para kucing. Daging yang diberikan ke kucing dapat berupa daging sapi, ikan, ayam, atau yang lain. Sebelum memberikannya, Anda menggoreng atau merebus daging tersebut.

b. Daging + Nasi

Harga daging yang cukup mahal membuat pemilik kucing harus pintar mengakali makanan yang diberikan untuk si kucing. Oleh karena itu, salah satu cara mengakali hal tersebut adalah mencampurkan daging dengan nasi.

Takaran daging dan nasi disesuaikan, agar kucing tetap mau memakannya. Namun perlu diperhatikan juga, jangan sampai memberikan nasi terlalu banyak pada kucing. Kandungan glukosa pada nasi kurang baik untuk kesehatan kucing.

c. Tempe

Meski karnivora, jenis kucing kampung ini sebenarnya tidak menolak jika diberi tempe. Hanya saja, Anda harus mengondisikannya sejak si kucing masih kecil. Jika sejak kecil tidak pernah diberi tempe, kemungkinan kucing akan menolak. Meski begitu, pastikan bahwa makanan utamanya tetap daging ya.

d. Makanan Khusus Kucing

Bila Anda terlalu repot untuk membuat makanan untuk kucing, Anda bisa membeli saja makanan tersebut. Berbagai merk sudah tersedia dan makanan itupun mudah dicari di swalayan, supermarket, atau toko hewan terdekat.

2. Jangan Lupa Minumnya

Cukup sediakan air putih yang tentunya bersih sebagai minuman untuk kucing kampung. Sesekali Anda juga bisa memberinya susu khusus kucing. Susu dapat diberikan selama sekali atau dua kali dalam seminggu. Karena pencernaan kucing sulit mencerna protein dari susu sapi, maka lebih baik hindari memberi susu sapi pada kucing.

3. Menjaga Kesehatan Kucing

Kalau asupan makanan dan kebersihannya terjaga, kucing kampung terbilang memiliki ketahanan yang baik terhadap penyakit. Perawatannya pun tidak membutuhkan biaya yang besar. Yang terpenting adalah si kucing tidak pernah merasa kelaparan.

4. Memandikan kucing

Memandikan kucing kampung bukanlah hal yang mudah, karena mereka takut dengan air. Meski begitu, setidaknya satu minggu sekali si kucing dimandikan agar tetap bersih. Sebelum memandikan kucing, Anda perlu menyiapkan: ember, air hangat, shampoo, handuk, hair dryer (opsional), dan cotton buds. Adapun langkah-langkah memandikan kucing kampung adalah:

a. Membasahi seluruh tubuh kucing

Langkah pertama membasahi seluruh tubuh kucing secara perlahan menggunakan air hangat. Usahakan agar air tidak masuk ke telinga kucing ya.

b. Memakaikan shampoo

Shampoo yang digunakan tentu shampoo khusus kucing. Pakaikan shampoo ke seluruh tubuh kucing secara merata. Agar benar-benar rata, Anda bisa sambil memijat-mijatnya. Usahakan agar shampoo tidak masuk ke mata, hidung dan mulut si kucing ya. Jika sudah dirasa merata ke seluruh tubuh kucing, bilas dengan air sampai tidak ada sisa shampoo di bulu kucing.

c. Mengeringkan

Selanjutnya keringkan tubuh si kucing menggunakan handuk yang telah Anda siapkan. Gosokkan handuk secara perlahan ke keseluruhan tubuh kucing sampai kering. Jika ingin lebih cepat, Anda dapat menggunakan hair dryer.

d. Membersihkan telinga

Usai dimandikan, jangan lupa juga untuk membersihkan telinga kucing. Caranya, usapkan cotton buds secara perlahan pada telinga kucing. Anda juga dapat mengombinasikannya dengan baby oil.

Berapa Harga Kucing Kampung?

Kalau pada umumnya kucing ras dihargai ratusan ribu hingga jutaan rupiah, maka harga jenis kucing kampung ini tergolong terjangkau. Anda bahkan bisa mengadopsinya secara cuma-cuma. Akan tetapi, jika sudah dicampur dengan kucing ras, harganya sekitar Rp200.000 untuk kucing usia 2-3 bulan.

Setelah membaca ulasan panjang mengenai jenis kucing kampung, apakah Anda tertarik untuk memeliharan kucing tersebut? Meski memiliki sifat yang lebih liar dibanding kucing ras, mereka tetap kucing yang lucu kok.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *