12 Ciri Ciri Kucing Demam yang Harus Kamu Waspadai

Ciri ciri kucing terkena demam

Tak ada yang bisa menampik betapa menggemaskannya seekor kucing. Binatang berbulu dengan empat kaki ini memang selalu memiliki cara untuk memikat manusia. Tentunya mempunyai kucing yang senantiasa sehat adalah harapan setiap pecinta kucing. Namun di musim penghujan ini, kamu wajib tahu seperti apa ciri-ciri kucing demam.

Ciri ciri kucing terkena demam
Kucing Sedang Demam

Seperti manusia pada umumnya, demam adalah salah satu kondisi yang memperlihatkan ada benda asing masuk ke dalam tubuh. Benda asing ini biasanya dianggap sebagai penyakit, termasuk pada kucing. Sebagai makhluk hidup yang mungkin selalu terlihat aktif, kucing juga bisa mengalami demam ketika mereka mulai sakit.

Ciri Ciri Kucing Terkena Demam

Kendati sebetulnya demam adalah usaha alami tubuh untuk melawat penyakit, alergi atau benda asing ke dalam tubuh, kamu tak bisa membiarkan kucing demam terus-menerus. Dengan memahami ciri-ciri kucing demam secara tepat, kamu akan bisa makin waspada mengenai kemungkinan adanya penyakit dan memilih pengobatan sesuai kebutuhan.

1. Badan Kucing Panas

Ciri-ciri kucing demam yang paling mudah ditemukan adalah badannya yang panas karena suhu tubuhnya meningkat. Memang, kucing adalah hewan berdarah panas karena suhu tubuh normalnya di kisaran 36-39 derajat celcius. Namun ketika suhu tubuh anabul (anak bulu) kesayangan lebih dari 39 derajat celcius, sudah pasti mengalami demam.

Untuk itulah sebagai pemilik kucing, ada baiknya mempertimbangkan untuk memiliki termometer sederhana di rumah. Ketika suhu tubuh kucing lebih dari batas normal, kamu harus segera membawanya ke dokter. Ingat, jangan menggunakan obat penurun demam/panas untuk manusia seperti paracetamol karena sangat beracun bagi tubuh kucing.

2. Nafsu Makan Mulai Anjlok

Ketika kamu demam, tentu rasanya malas untuk makan. Nafsu makan yang menurun bahkan menghilang ini rupanya juga dirasakan oleh kucing ketika demam menyerang tubuh mereka. Untuk itulah ketika kucing kamu memperlihatkan gejala nafsu makannya anjlok, wajib jadi perhatian tersendiri karena itu sering disebabkan oleh suhu tubuh meningkat.

Kucing yang kehilangan nafsu makannya, lebih rentan terkena penyakit lain terutama virus. Lantaran saling berkait, sebagai pemilik kamu harus benar-benar waspada dan perhatian jika gejala seperti ini muncul.

3. Kucing Alami Diare

Dampak berikutnya dari kucing yang suhu tubuhnya meningkat adalah mengalami diare atau mencret. Yap, bentuk kotoran yang lebih lembek ini memang sudah diyakini sebagai ciri-ciri kucing demam paling jelas. Kenapa begitu? Karena ketika suhu tubuh meningkat yang disebabkan oleh demam, nafsu makan kucing otomatis bakal ikut menurun.

Nafsu makan yang menurun membuat rutinitas kucing untuk makan pun terganggu. Ketika asupan makanan kucing terganggu, bisa dipastikan kalau bentuk kotoran yang dihasilkan pun menjadi jauh lebih lembek. Jangan biarkan kucing mengalami diare terlalu lama, karena bisa membuat anabul kesayangan kehilangan cairan.

Sekadar informasi, kucing yang sehat biasanya menghasilkan feses berbentuk cukup padat dengan warna coklat gelap dan tidak mengeluarkan bau terlalu menyengat. Sementara itu jika kucing kamu menghasilkan feses yang lembek, berlendir, berwarna kuning kecoklatan bahkan bau minta ampun, bisa dipastikan kucing sedang sakit dan muncul demam.

4. Sering Tidur dengan Posisi Mendekam

Waktu kamu sering terkena hujan dan akhirnya tubuh meriang serta demam, tentu yang diinginkan adalah tidur terus di atas kasur. Sebetulnya kebiasaan seperti ini juga dilakukan oleh kucing. Di mana ketika mengalami demam, maka kucing bakal lebih sering tidur-tiduran. Bahkan posisi tidurnya pun sangat khas yakni mendekam.

Berbeda dengan posisi tidur kucing yang biasanya begitu elastis dan ajaib, kucing yang demam lebih memilih tidur secara mendekam karena memang kondisi suhu tubuh meningkat sehingga malas bergerak secara berlebihan. Jika dibiarkan terus-menerus tidur, kucing akan bisa lebih mudah terjangkit virus karena asupan makanannya terganggu.

5. Bulu Kucing Rontok

Kalau biasanya bulu rontok pada kucing terjadi di masa birahi, rupanya kondisi ini juga menjadi ciri-ciri kucing demam yang harus kamu perhatikan. Ketika kucing mengalami demam, ada perbedaan suhu antara tubuh dan lingkungan tempatnya berada. Suhu tubuh yang meningkat sementara di sekitarnya lebih rendah atau panas ini justru membuat bulunya rontok.

Namun bulu kucing yang rontok juga bisa disebabkan oleh asupan vitamin yang berkurang. Asupan vitamin yang berkurang membuat kucing mudah sakit dan akhirnya memicu demam pada tubuhnya.

6. Mulut Kucing Bau

Ciri-ciri kucing demam berikutnya yang masih berkaitan dengan hal-hal yang sudah dibahas di atas adalah mulutnya jadi bau. Bukan bau biasa, aroma mulut yang tidak sedap ini menjadi tanda-tanda kalau memang tubuhnya bermasalah. Kenapa mulut kucing bau ketika tubuhnya demam? Karena memang tidak ada asupan makanan masuk ke dalam tubuh.

Saat tidak ada asupan makanan ke dalam tubuh yang diolah, otomatis produksi aliran air liur di dalam mulut berkurang. Kondisi inilah yang menjadi alasan utama kenapa mulut bisa menimbulkan aroma tidak sedap. Air liur yang berkurang membuat bakteri di dalam mulut mengeluarkan gas setelah memakan sisa-sisa makanan di antara gigi.

7. Jadi Sering Muntah

Tidak ada makanan yang masuk ke dalam tubuh karena tubuh demam dan malas bergerak, maka kemungkinan besar kucing akan mengalami muntah. Kondisi muntah harus kamu waspadai ketika cairan yang keluar berwarna kuning. Cairan muntah yang kuning biasanya menjadi pertanda kalau kondisi perut kucing sedang tidak stabil.

Tidak bisa diremehkan, kucing yang muntah kuning kerap menjadi tanda yang jelas kalau terkena virus mematikan panleukopenia. Dengan gejala demam menjadi salah satu yang paling jelas, ada baiknya kalau kamu segera membawa kucing ke dokter hewan.

8. Kucing Sering Minum

Ciri-ciri kucing demam selanjutnya adalah kucing lebih suka minum. Alasannya sangat sederhana karena ketika suhu tubuh meningkat, otomatis tenggorokan kucing jadi mudah kering. Kalau tenggorokan mudah kering, kucing akan dehidrasi sehingga membuat mereka sering minum. Minum terus tanpa makan justru membuat kucing diare.

9. Bobot Tubuh Kucing Menurun

Lantaran kucing yang demam ogah makan, bisa dipastikan kalau berat badan tubuhnya menurun. Kucing yang bobot tubuhnya anjlok jelas akan tidak menarik karena tampak kurus. Kamu harus tahu, kucing yang kurus jauh lebih mudah terserang penyakit entah karena virus, bakteri atau infeksi jamur.

10. Hidung, Mata, Telinga Berair

Seperti halnya kamu yang demam akan memproduksi cairan lebih banyak di dalam tubuh demi mengeluarkan zat asing, hal itulah yang juga terjadi pada kucing. Sehingga ciri-ciri kucing demam berikutnya yang bisa diperhatikan adalah keluarnya cairan pada bagian hidung, mata dan telinga.

Kucing sehat biasanya memiliki hidung yang berwarna sedikit merah dan hangat, serta tidak terlalu basah. Namun ketika suhu tubuh kucing meningkat saat demam, warna hidung akan lebih pucat, cukup berair. Tak hanya hidung, mata kucing juga akan berair begitu pula telinga. Bahkan pada telinga, cairan yang keluar cenderung berbau dan pekat.

Tetapi cairan bau yang keluar dari telinga juga bisa menjadi salah satu gejala otitis alias penyakit infeksi atau radang telinga. Ketika kucing terkena otitis, mereka akan juga mengalami nyeri, hilangnya pendengaran serta tentunya tubuh demam.

11. Telinga Kucing Terasa Lebih Panas

Salah satu cara termudah untuk mengetahui apakah kucing sehat atau tidak adalah dengan menyentuh kelopak telinganya. Sebagai ciri-ciri kucing demam yang paling jelas, jika telinga kucing terasa panas maka artinya suhu tubuhnya meningkat.

12. Sering Berada di Tempat Dingin

Hal terakhir yang menjadi ciri-ciri kucing demam adalah anabul jadi lebih suka berada di tempat dingin. Perilaku ini dilakukan kucing demi membuat suhu panas pada tubuhnya menurun. Biasanya bisa dilihat saat kucing doyan tidur di lantai, mencari tempat yang dekat sumber air hingga memilih berbaring di lantai kamar mandi.

Kalau kucing kamu mulai memperlihatkan gejala seperti ini, jangan dibiarkan terutama jika berbaring di lantai kamar mandi. Seperti yang diketahui, lantai kamar mandi cenderung kotor dan mengandung banyak kuman serta bakteri. Sehingga ketika kucing yang kondisi tubuhnya sedang demam dan ada di tempat kotor, lebih rentan terserang penyakit.

Nah, sudah cukup jelas bukan mengenai ciri-ciri kucing demam? Karena ada begitu banyak, kamu sebagai pemilik kucing juga seharusnya lebih teliti. Jangan biarkan kucing demam dalam kondisi lama karena itu merupakan pertanda jelas jika mereka sakit. Kucing yang sakit jelas butuh bantuan dan pengobatan secara tepat supaya tidak berdampak buruk pada kehidupannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *