11 Cara Merawat Kucing Trauma Agar kembali Normal

Cara merawat kucing trauma

Kucing yang mengalami kejadian menakutkan seperti hampir terlindas kendaraan, anaknya mati, dipukul tetangga dan selainnya biasanya akan mengalami trauma. Nah Anda sebagai pemiliknya memiliki kewajiban untuk memulihkannya dari trauma tersebut. Maka dari itu silakan terapkan cara merawat kucing trauma pada kesempatan kali ini.

Cara merawat kucing trauma
Kucing Yang Trauma

Akan tetapi tips merawat kucing trauma tidak mudah. Serta dibutuhkan ketelatenan yang tinggi. Karena proses perawatannya sama dengan merawat kucing yang sedang sakit. Cuma ini yang sakit adalah mental atau psikis-nya.

Nah, karena alasan itulah maka di artikel berikut akan dijelaskan tentang cara mengobati kucing trauma yang termudah. Ini dia penjelasannya terutama untuk Anda yang memiliki hewan peliharaan dengan kondisi semacam ini:

1. Mengetahui Ciri-Ciri Kucing Trauma

Cara merawat kucing trauma yang pertama adalah mengetahui ciri-cirinya terlebih dahulu. Biasanya hewan ini sedang trauma jika lebih banyak diam dan tidak lagi aktif. Bisa ditafsirkan jika si kucing sedang sakit atau ada rasa ketakutan terhadap suatu benda atau manusia.

Kucing adalah hewan agresif dan aktif. Tentu jika lebih banyak diam berarti sedang terjadi sesuatu dengan mentalnya. Maka dari itu, untuk merawatnya dari trauma kenali terlebih dahulu ciri-ciri ini.

Anda sebagai pemiliknya juga harus sensitif pada setiap perubahan perilaku si kucing. Sehingga proses perawatannya lebih mudah jika dirasa ciri-ciri trauma sudah muncul.

2. Mencari Penyebab Trauma si Kucing

Langkah selanjutnya ialah silakan lakukan riset kecil-kecilan tetapi serius untuk mencari penyebab trauma si kucing. Ini langkah yang penting karena menjadi pedoman tata laksana terapi perawatan yang akan diberlakukan kepadanya.

Salah satu bentuk risetnya ialah silakan dekatkan sapu lidi pada si kucing. Jika ia beringsut berarti penyebab traumanya adalah karena pernah dipukul dengan sapu lidi tersebut.

Bisa juga dengan mendekatkan salah satu anggota keluarga kepada kucing ini. Namun jika ia mencoba untuk menjauh, berarti ada pengalaman buruk antara dirinya dengan keluarga Anda yang didekatkan kepadanya.

Apabila sudah ketahuan penyebab si kucing trauma baru lakukan tindakan perawatan agar traumanya bisa hilang. Jika masih belum ditemukan silakan tetap dimulai perawatan namun riset juga harus dilakukan tanpa henti.

3. Menjauhkan dari Penyebab Trauma

Riset untuk mengetahui penyebab trauma kucing perlu dilakukan karena nantinya si kucing harus dijauhkan dari penyebab tersebut. Ini termasuk bagian dari cara untuk merawat dan mengobati kucing trauma.

Semakin jauh kucing dari penyebab traumanya, maka pemulihan psikis dan mentalnya akan semakin cepat. Contoh, jika ia trauma akibat dipukul, maka jauhkanlah alat pemukul darinya atau hentikan kebiasaan memukul hewan ini.

Langkah ini perlu dilakukan agar psikisnya lebih nyaman. Setelah itu baru diterapkan langkah-langkan perawatan yang lainnya.

4. Beri Mainan yang Serupa dengan Penyebab Traumanya

Langkah perawatan yang selanjutnya adalah silakan berikan alat permainan yang serupa dengan penyebab traumanya. Jika penyebabnya karena hampir terlindas mobil, silakan berikan mainan mobil-mobilan.

Jika karena dipukul silakan berikan ia mainan alat pemukul yang aman baginya. Ini ternyata bisa memulihkan traumanya, tetapi beberapa saat kemudian dia akan bangkit untuk melawan.

Jadi wajar jika si pemilik memberikan mainan semacam ini, si kucing langsung mencakar bahkan menggigitnya. Efek perilaku inilah yang membuat si kucing lebih nyaman. Karena ia bisa melampiaskan perasaan marahnya.

Maka dari itu, Anda harus mengenali terlebih dahulu penyebab trauma si kucing. Setelah itu baru berikan perawatan yang ke empat ini.

5. Mengajaknya Bermain di Luar

Cara merawat kucing trauma yang selanjutnya adalah mengajaknya bermain di luar ruangan. Ini untuk menghilangkan traumanya dalam beberapa waktu. Apalagi jika penyebab trauma datang dari dalam rumah.

Jika ini dilakukan secara rutin, misal setiap pagi hari dan sore hari, lambat laun si kucing bisa melupakannya. Karena keaktifan yang muncul saat bermain di luar akan kembali menjadi perilakunya ketika sudah kembali pulang.

Maka dari itu, jika kucing sudah berdiam diri dan tidak aktif di rumah, segera bawa jalan-jalan atau bermain di luar rumah. Ini membuatnya lebih nyaman sehingga Anda masih bisa bercanda dengannya.

6. Mencarikan Teman untuk si Kucing

Jika semua cara merawat kucing trauma di atas sudah dijalankan, silakan terapkan cara yang ke enam yaitu mencarikan teman untuk si kucing. Namun pastikan penyebab traumanya bukan karena perkelahian dengan kucing lain yang membuatnya takut dan trauma.

Dengan adanya teman di samping si kucing, tentu ia bisa bermain bersama dengannya. Sehingga lama kelamaan traumanya bisa dilupakan. Ini yang membuat keaktifannya akan kembali muncul.

Pastikan pula jika teman yang dipilih bisa mempergaulinya dengan baik. Bukan yang justru membencinya. Karena jika kucing semacam ini yang dijadikan teman pendamping, justru rasa takutnya akan semakin besar dan traumanya semakin parah.

7. Beri Multivitamin Khusus Kucing

Biasanya kucing yang trauma diiringi dengan penurunan selera makan. Ini jika tidak segera diatasi bisa menimbulkan gangguan kesehatan bahkan membuat kucing mati.

Maka dari itu kiat merawat kucing trauma yang selanjutnya adalah memberi multivitamin khusus kucing kepadanya. Ini untuk menyalurkan nutrisi alternatif supaya fisiknya tidak drop.

Silakan beli vitamin ini di petshop atau di toko perlengkapan hewan yang lainnya. Jika tidak tahu produk yang bagus, boleh bertanya kepada si penjual. Karena biasanya Ia lebih tahu jenis obat yang tepat untuk kucing yang trauma.

Langkah ini perlu dilakukan dengan cepat. Karena jika terlambat Anda bisa kehilangan hewan peliharaan yang lucu ini.

8. Perlakukan Kucing dengan Baik

Jika kucing sedang trauma jangan sekali-kali memperlakukannya dengan kasar. Karena ini justru membuat traumanya semakin parah. Bukan tidak mungkin ia akan pergi hanya untuk menjemput kematiannya.

Maka dari itu, perlakukan kucing dengan baik. Jangan pernah membentaknya apalagi memukulnya. Apalagi itu perbuatan dosa karena kucing sendiri adalah mahluk tuhan yang sejatinya harus disayangi dan dirawat dengan baik.

Jika ingin memiliki kucing yang sembuh dari traumanya, silakan perlakukan dengan lembut dan penuh kasih sayang. Jika perlu buatkan kandang yang lebih nyaman dan makanan yang bergizi tinggi. Ini yang membuat si kucing yang trauma tetap sehat.

9. Memenuhi Kebutuhan Gizinya

Dalam mengobati kucing trauma pastikan Anda memenuhi kebutuhan gizi si kucing. Ini untuk mencegah traumanya menimbulkan gangguan pada tubuh dan kesehatannya.

Karena biasanya kucing yang merasa takut pada sesuatu juga diiringi dengan penurunan nafsu makan. Ini yang beresiko membuatnya mengalami gangguan stunting.

Maka dari itu, silakan terapkan cara mengobati trauma si kucing, tetapi jangan dilupakan untuk tetap memberikannya makanan-makanan yang bergizi. Silakan berikan penganan yang mengandung banyak protein dan mineral.

Pastikan pula jika makanan yang diberikan memang disukai oleh si kucing. Karena jika tidak disukainya, ada kemungkinan ia akan menolaknya. Jika dipaksa tentu kasihan, karena si kucing sendiri sedang mengalami stres atas masalah trauma yang tidak kunjung pergi darinya.

10. Memindahkan Kandang Kucing

Cara merawat kucing yang trauma selanjutnya ialah silakan pindahkan kandang kucing ke tempat yang baru. Ini untuk memberikan relaksasi ke otaknya, supaya trauma yang pernah terjadi di kandang yang lama bisa dilupakannya.

Pastikan kadang yang baru, memiliki desain yang benar-benar berbeda dengan kandang yang pertama. Mainan yang ada di dalamnya juga harus diganti dengan motif yang juga berbeda. Kenapa begitu? Karena bisa saja mainan-mainan itu membuatnya trauma.

11. Membawanya ke Dokter Hewan

Cara merawat kucing yang trauma yang terakhir adalah membawa si kucing ke dokter hewan. Ini jika segala daya upaya yang dilakukan tidak juga membawa hasil. Si kucing tetap saja tidak aktif akibat trauma yang penyebabnya pun belum berhasil ditemukan.

Biasanya oleh dokter akan diberikan obat-obatan yang bisa merangsang otaknya agar lebih nyaman. Sehingga secara medis seharusnya itu bisa membuat mental dan psikisnya kembali pulih.

Kesimpulannya ternyata cara merawat kucing trauma tidak semudah yang kita kira. Dibutuhkan kesabaran dan ketekunan yang tinggi untuk melakukannya.

Silakan saja disimak list di atas yang semuanya harus dilakukan dengan serius dan telaten. Sekalipun demikian, hewan ini harus tetap dirawat dengan baik dan tepat.

About Nesya Damayanti

Dari kecil memang suka kucing. Sekarang nulis blog ini sebagai kegiatan rutin setelah lulus dari kuliah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *