Cara Merawat Kucing Siam Dengan Benar

Cara merawat kucing siam

Nama Siam pada kucing Siam berasal dari nama negara asalnya. Kucing ini memang berasal dari negara Siam (sekarang lebih dikenal negara Thailand). Untuk Anda yang tertarik memelihara kucing Siam, berikut adalah ulasan mengenai cara merawat kucing Siam yang perlu Anda ketahui.

Cara merawat kucing siam
Kucing Siam

Ciri khas dari kucing Siam adalah bagian hidung dan telinganya berwarna cokelat tua, sedangkan tubuhnya berwarna cokelat susu. Yang jelas kucing ini memiliki penampilan mempesona sebagai hewan peliharaan.

Berbagai Jenis Kucing Siam

Saat ini terdapat empat jenis kucing Siam, yaitu classic, traditional/old style, modern, dan applehead. Keempatnya memiliki persamaan pada pola dan warna bulu, serta bermata biru. Tentu saja ada beberapa ciri yang menjadi pembedanya. Mari berkenalan dulu dengan jenis-jenis kucing Siam sebelum membahas cara merawat kucing Siam.

1. Kucing Siam Classic

Dinamakan Siam Classic karena jenis kucing siam satu ini banyak ditemukan ketika tahun 1950 hingga 1970-an. Kucing Siam ini memiliki bentuk tubuh yang ramping dan tampak berotot.

Ciri fisik lainnya adalah memiliki kakinya yang panjang dan moncong yang runcing. Matanya berbentuk seperti biji almond dengan ekor panjang yang tipis dan lancip.

Kucing Siam Classic bisa mengeluarkan suara yang pelan hingga sangat kencang. Sekilas suaranya mirip dengan suara bayi manusia sehingga seringkali membuat manusia yang mendengar suaranya mengira itu suara bayi.

2. Kucing Siam Tradisional

Sebagian besar orang mengatakan kucing Siam Tradisional merupakan jenis yang original. Kucing ini memiliki bentuk tubuh yang lebih besar dibanding jenis lainnya. Wajahnya tampak lebih gembil dengan badan yang lebih gemuk daripada kucing Siam lainnya.

3. Kucing Siam Modern

Kucing ini sering disebut juga kucing Siam Show karena memang sering ditampilkan dalam berbagai pertunjukan kucing. Mereka dikenal lebih cerdas dibanding jenis lainnya. Selain itu, dengan ukuran tubuh yang ramping, kucing Siam Modern memiliki karakter yang aktif dan lincah.

Ciri fisik yang mudah dikenali dari kucing ini adalah memiliki badan ramping serta kepala yang tidak bulat, melainkan oval. Kucing ini memiliki telinga yang besar, hidungnya mancung, serta ekornya cukup panjang.

4. Kucing Siam Applehead

Dilihat sekilas, kucing siam satu ini memang memiliki kemiripan dengan kucing Siam Tradisional. Untuk warna bulunya memang sama dengan kucing Siam Modern, namun bentuk dan karakternya berbeda. Hal tersebut membuat kucing Siam ini dianggap tidak memenuhi standar untuk dibawa dalam suatu show.

Karakter Pribadi Kucing Siam

Agar bisa menggunakan cara merawat kucing siam yang tepat, Anda juga perlu mengetahui karakter dari kucing ini. Kucing siam dikenal sebagai kucing yang cerdas, aktif, lincah, dan senang bermain.

Kucing Siam biasanya tidak suka sendiri, oleh karena itu ia tergolong mudah berteman dengan hewan lainnya. Namun banyak juga kucing Siam yang memiliki kepribadian pendiam.

Selain cerdas, kucing ini juga dikenal memiliki kemauan yang kuat. Bahkan banyak yang mengatakan bahwa memelihara kucing Siam terasa seperti memelihara anjing. Kucing ini akan melakukan apapun yang dikehendaki, tidak peduli apakah ada rintangan untuk itu.

Tidak mudah melatih kucing Siam melakukan hal tertentu karena karakternya yang cerdas dan keras kepala. Kucing ini juga terkenal sangat vokal. Bukan hanya mendengkur atau mengeong, ia bahkan bisa meraung lama kalau keinginannya belum terpenuhi. Raungannya terdengar nyaring dan Anda akan sulit untuk mengabaikannya.

Kucing Siam terbilang sangat peduli dengan kebersihan diri. Biasanya ia tidak akan mengganggu seorang yang tengah makan ikan atau daging. Oleh karena itu, ketika memelihara kucing ini, pastikan Anda rajin untuk memandikannya ya.

Begini Cara Merawat Kucing Siam

Perawatan kucing siamese
Kucing Siam

Sebenarnya cara merawat kucing Siam hampir sama dengan cara merawat kucing lainnya. Meski memiliki bulu pendek, Anda harus tetap rajin memandikannya.

Anda juga perlu rutin menyisir bulunya agar bulu yang sudah mati langsung bisa dibersihkan dari badannya. Jangan lupa gunakan sampo khusus kucing setiap kali memandikan ya. Akan lebih baik juga jika Anda menyediakan obat kutu untuk berjaga-jaga.

Kebersihan mulut kucing Siam juga perlu dijaga. Setidaknya seminggu sekali Anda luangkan waktu untuk menggosok gigi kucing kesayangan Anda. Rutin menyikat gigi ini juga dilakukan agar kucing Anda terhindar dari penyakit pembengkakan gusi.

Kucing Siam bukan merupakan kucing alfa, sehingga ketika bertemu kucing lain yang tidak dikenal, mereka akan cenderung menghindar.

Anda bisa menjadikan kucing ini sebagai kucing rumahan dan tidak membiarkan mereka begitu saja ketika berada di luar. Kalau bisa berikan teman untuknya, atau banyak mainan, sehingga ia tidak merasa kesepian ketika Anda harus keluar rumah.

Sebisa mungkin jaga nutrisi makannya agar seimbang, tidak lebih atau kurang. Kucing yang bertubuh gemuk memang tampak lebih menggemaskan, namun hal itu tidak baik untuk kesehatan kucing.

Kucing Siam, terutama Siam Modern rentan terinfeksi cacing. Dengan ukuran tubuh yang tidak terlalu besar, akan sulit mengidentifikasi cacingan yang ada di tubuhnya. Pastikan Anda memberi makanan yang bersih agar ia terhindar dari parasit cacing tersebut.

Seperti kucing pada umumnya, kucing Siam bisa mencapai umur 15 bahkan 20 tahun jika dirawat dengan baik. Beberapa masalah kesehatan lain juga mungkin menimpa kucing ini. Masalah kesehatan itu, seperti penyakit pada ginjal dan jantung, hernia, ekor yang tertekuk hingga mata juling.

Berapa Harga Jual Kucing Siam?

Sebelum menerapkan cara merawat kucing Siam, tentu Anda harus memiliki kucingnya terlebih dahulu, bukan? Harga kucing Siam terbilang masih terjangkau, namun ini tergantung pada kondisi kucing juga.

Kucing yang sudah divaksin pasti akan lebih mahal dibandingkan dengan yang belum divaksin. Harga kucing Siam ini juga tergantung pada jenisnya, biasanya kucing Siam Modern memiliki harga paling mahal.

Harga kucing Siam Tradisional umur 3 bulan yang belum divaksin sekitar Rp300.000 – Rp800.000, sedangkan yang sudah divaksin sekitar Rp400.000 – Rp900.000. Kalau yang berusia 6 bulan dan belum divaksin sekitar Rp1.000.000 – Rp1.800.000, sedangkan yang sudah divaksin sekitar Rp1.250.000 – Rp2.000.000.

Nah selanjutnya untuk kucing Siam Klasik usia 3 bulan yang belum divaksin sekitar Rp250.000 – Rp500.000, sedangkan yang sudah divaksin sekitar Rp350.000 – Rp650.000. Lalu untuk kucing yang berusia 6 bulan dan belum divaksin sekitar Rp500.000 – Rp1.000.000, sedangkan yang sudah divaksin sekitar Rp800.000 – Rp1.300.000.

Selanjutnya Untuk kucing Siam Modern usia 3 bulan yang belum divaksin sekitar Rp800.000 – Rp1.250.000, sedangkan yang sudah divaksin sekitar Rp1.000.000 – Rp1.450.000. Untuk yang berusia 6 bulan dan belum divaksin sekitar Rp1.600.000 – Rp2.100.000, sedangkan yang sudah divaksin sekitar Rp1.800.000 – Rp2.300.000.

Hal Penting Lain Terkait Kucing Siam

Sebagai penutup ulasan terkait cara merawat kucing Siam, berikut ada beberapa hal penting lain yang harus Anda ketahui tentang kucing siam.

Kucing Siam merupakan jenis kucing yang sangat butuh teman. Kalau tengah mencari perhatian, ia bisa saja meraung hingga membuat kekacauan sampai memperolehnya. Belum lagi kalau merasa kesepian, kucing ini bisa saja nekat merusak sesuatu supaya tidak kesepian.

Jika Anda jarang di rumah, sebaiknya Anda tidak memelihara kucing ini. Alternatif lain, Anda bisa memperkerjakan orang untuk mengurus kucing Anda ketika Anda pergi cukup lama.

Anda bisa mengadopsi kucing Siam dari komunitas penyelamatan hewan maupun penampungan. Kalau yang Anda cari adalah kucing Siam keturunan asli, Anda bisa meminta surat keterangan dari penampungan tersebut.

Dokumen terkait keturunan kucing tergantung pada dari mana kucing itu diperoleh. Meski bukan keturunan asli, namun kucing Siam dari penampungan bisa menjadi peliharaan yang menyenangkan kok.

Untuk memperoleh kualitas terbaik, Anda bisa melakukan riset terlebih dahulu terhadap pengembang biak kucing. Pengembang biak yang memang peduli dengan kucing tidak akan keberatan memberikan referensi dan informasi terkait asosiasi kucing diikuti.

Mereka juga bisa memberikan jaminan kesehatan untuk si kucing. Salah satu cara untuk mencari pengembang biak yang bertanggung jawab adalah datang ke pameran kucing.

Anda bisa mencoba cara lainnya dengan meminta rekomendasi dokter hewan terkait pengembang biak terbaik di wilayah Anda. Dokter hewan biasanya memiliki referensi terkait kelompok penyelamatan atau pengembang biak terbaik yang paling dekat.

Memelihara hewan, termasuk kucing Siam adalah komitmen jangka panjang dan memerlukan dana khusus.

Ketika Anda memutuskan memelihara kucing Siam, berarti Anda berkomitmen untuk mengurus segala keperluannya. Sampai sini dulu ulasan mengenai cara merawat kucing Siam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *