10 Cara Merawat Kucing Himalaya dengan Benar

Cara Merawat Kucing Himalaya

Kucing himalaya merupakan salah satu jenis kucing persia yang banyak dipelihara oleh masyarakat Indonesia. Bulunya yang eksotis dan tingkah lakunya yang lucu menjadi daya tarik masyarakat untuk merawat kucing himalaya. Agar kucing tetap sehat, tentunya cara merawat kucing himalaya harus benar.

Cara Merawat Kucing Himalaya
Kucing Himalaya | Image source : https://hewany.com

Beberapa orang mungkin sering melakukan kesalahan perawatan kucing, baik secara sengaja maupun tidak sengaja. Untuk meminimalisir kesalahan dalam perawatan kucing himalaya diperlukan perawatan kucing yang benar. Nah, berikut ini merupakan cara merawat kucing agar tetap sehat dan gemuk yang bisa Anda coba.

Cara Merawat Kucing Himalaya dengan Benar

Kucing himalaya merupakan jenis kucing berbulu panjang dari ras kucing persia. Badannya yang gempal dengan kaki yang pendek membuat kucing himalaya tampak menggemaskan. Agar kucing himalaya Anda tetap menggemaskan dan sehat diperlukan perawatan yang intensif yang bisa Anda lakukan di rumah ataupun menggunakan bantuan orang lain.

Perawatan kucing himalaya pada dasarnya sama dengan perawatan kucing jenis lainnya. Ketelatenan dan kesabaran menjadi kunci agar kucing tetap sehat dan nyaman berada di dekat Anda. Nah, berikut ini adalah cara merawat kucing himalaya dengan benar sehingga kucing bisa menjadi sehat dan gemuk.

1. Memilih Makan yang Tepat

Makanan kucing menjadi hal yang harus Anda persiapan untuk menunjang kesehatan kucing. Makanan kucing yang baik adalah makanan yang mengandung nutrisi yang diperlukan kucing untuk beraktivitas sehari-hari. Untuk memenuhi kebutuhan nutrisi kucing himalaya, Anda bisa membuat makanan sendiri ataupun membeli makanan khusus kucing di pet shop.

Meskipun Anda bisa memberi makanan home made untuk kucing, ada baiknya Anda tidak mencampurkan nasi ke ikan ataupun daging yang akan diberikan kepada kucing. Hal ini dikarenakan nasi merupakan sumber glukosa yang tidak terlalu dibutuhkan kucing.

Untuk makanan home made yang lebih sehat, Anda bisa memberikan ikan ataupun daging yang dimasak sebagai sumber protein agar pertumbuhan kucing semakin optimal. Selain itu, agar kucing tidak mengalami konstipasi, Anda bisa menambahkan sedikit sayuran pada makanan kucing, seperti wortel.

Jika makanan home made dirasa kurang praktis, Anda bisa membeli makanan khusus kucing di pet shop. Makanan untuk kucing sebaiknya disesuaikan dengan usia kucing dan kondisi kucing. Untuk kucing di bawah usia 1 tahun (kitten) dan kucing yang sedang hamil atau menyusui bisa Anda berikan makanan dengan kandungan protein yang tinggi agar tumbuh kembangnya tidak terganggu.

Selain itu, Anda juga harus melihat kandungan lain yang ada dalam makanan kucing, seperti kandungan vitamin untuk menjaga kesehatan bulu kucing. Meskipun makanan tersebut memiliki harga yang lebih mahal, tetapi hal tersebut bisa menjadi investasi agar kucing tetap sehat dan menggemaskan.

Ketika Anda memutuskan untuk mengganti merek makanan kucing, pastikan reaksi yang diterima kucing. Selain itu, agar kucing terbiasa dengan makanan barunya, Anda bisa mencampurkan makanan lama dan makanan baru.

2. Memberi Makan secara Teratur

Selain memilih makanan kucing dengan tepat, memberi makanan kucing harus dilakukan secara teratur. Selain untuk memenuhi kebutuhan nutrisi kucing, cara ini juga untuk melatih kedisiplinan kucing himalaya.

Cara merawat kucing himalaya dalam pemberian makan tidak jauh berbeda dengan cara merawat kucing lain. Untuk kucing dewasa bisa diberikan makanan sebanyak 3 kali sehari. Hindari untuk memberi makan dengan frekuensi yang terlalu sering untuk mencegah obesitas pada kucing. Selain itu, hindari pula memberikan makanan dengan jumlah yang banyak agar tidak terdapat makanan sisa dalam mangkok makan kucing.

Untuk anak kucing himalaya, sebaiknya berikan makanan makanan dengan jumlah sedikit tetapi sering. Hal ini dikarenakan lambung anak kucing berukuran cukup kecil dan masih belum mampu menerima banyak makanan. Anda bisa memberikan makanan pada anak sebanyak 4 kali sehari untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya dan tumbuh kembang anak kucing.

3. Menjaga Kebersihan Kandang

Agar kucing tetap sehat, Anda bisa membersihkan kandang kucing secara rutin. Ada baiknya, Anda tidak menunggu kandang kotor dan berbau dahulu. Anggapan tersebut tentu saja tidak tepat. Hal ini karena kandang yang selalu bersih akan membuat tubuh kucing tetap sehat dan terhindar dari berbagai macam parasit yang akan mengganggu keindahan bulunya.

Membersihkan kandang bisa dilakukan dengan cara menyemprotkan air mengalir dan menyikatnya agar kotoran atau debu yang menempel dapat hilang. Setelah itu, keringkan kandang di bawah sinar matahari sebelum Anda menempatkan kucing ke dalam kandang. Kandang yang kering akan menghindarkan kucing dari berbagai jamur yang mempengaruhi kesehatannya.

4. Membersihkan Tempat Makan dan Minum Kucing

Agar makanan dan minuman yang tersedia untuk kucing tetap bersih dan higienis, Anda bisa membersihkan tempat makan minumnya secara rutin. Meskipun hal ini terlihat sepele, cara merawat kucing himalaya agar tetap sehat ini banyak diabaikan. Membersihkan tempat makan dan minum bisa dilakukan di pagi hari sebelum memberi makan dan mengganti air minumnya.

Anda bisa membersihkan dengan menggunakan air mengalir dan menggeringkannya terlebih dahulu sebelum memberikan makan untuk kucing. Beberapa kucing ada yang alergi dan tidak menyukai bau sabun, sehingga Anda tidak perlu menggunakan sabun ketika membersihkan tempat makan dan minum kucing.

5. Mengganti Air Minum Kucing secara Rutin

Beberapa orang akan mengganti air minum kucing jika sudah habis. Hal ini tentu saja harus diubah karena air minum kucing yang tidak diganti secara rutin setiap hari akan mempengaruhi kesehatan kucing.

Air minum yang kotor akan menyebabkan beragam penyakit perut pada kucing. Selain mengganti air minum, Anda juga harus memastikan bahwa air yang diminum kucing merupakan air yang sudah masak. Hal ini untuk mencegah adanya mikroorganisme yang dapat membahayakan jiwa kucing.

6. Membersihkan Bak Kotoran Kucing

Bak kotoran kucing harus senantiasa dibersihkan secara rutin. Anda bisa membersihkan bak kotoran setelah kucing selesai buang air besar. Dengan membersihkan bak kotoran kucing secara rutin akan mencegah beberapa penyakit pada kucing, seperti cacingan ataupun jamur. Selain itu, pasir bersih tidak akan menimbulkan bau menyengat yang bisa mencemari udara.

Sebagian orang mungkin saat membersihkan bak kotoran kucing hanya membuang kotorannya saja. Hal ini tidak sepenuhnya dapat membersihkan pasir kotoran ataupun bau pipis kucing secara tuntas.

Sebaiknya, Anda tetap membersihkan pasir dalam bak secara bersih dan pastikan benar-benar kering. Anda bisa membersihkan pasir dengan mencuci dan mengeringkannya di bawah sinar matahari. Selain itu, Anda juga bisa membuang pasir yang terkena kotoran atau bekas pipis kucing dan menambahkannya dengan pasir yang baru.

Meskipun Anda menggunakan pasir gumpal beraroma, adakalanya pasir yang tidak pernah diganti akan berbau. Jika pasir tersebut terasa berbau sangat menyengat, Anda bisa membuang pasir dan menggantinya dengan yang baru. Tetapi jika Anda merasa mubazir, Anda bisa menyemprotkan minyak wangi khusus pasir agar pasir tetap wangi dan tidak berbau.

7. Mengajak Bermain Kucing Himalaya

Kucing himalaya merupakan kucing yang aktif dan senang bermain bersama pemiliknya. Meskipun terlihat sepele dan sering diabaikan oleh sebagian pemilik kucing karena memberi kebutuhan fisik kucing saja sudah cukup. Padahal, kucing himalaya juga membutuhkan kasih sayang dan perhatian dari pemiliknya. Hal ini dapat mempengaruhi kondisi psikologi kucing.

Kucing yang sering diajak bermain akan terhindar dari stres dan menjadi lebih sehat. Anda bisa membuat mainan sendiri menggunakan tali ataupun membeli mainan khusus kucing di pet shop. Cara merawat kucing himalaya ini selain dapat menyenangkan kucing, juga dapat melepaskan stres dan menyenangkan hati Anda.

8. Memandikan Kucing Secara Teratur

Kucing himalaya merupakan salah satu kucing berbulu panjang yang harus dirawat bulunya agar tetap indah. Meskipun kucing Anda hanya bermain di dalam rumah, jangan abaikan kebersihan tubuhnya. Bulu kucing yang panjang dan tidak terawat akan menimbulkan beragam masalah, seperti bulu rontok, kutu, ataupun jamur yang akan menimbulkan kesehatan bulu kucing.

Salah satu cara menjaga kesehatan bulu kucing himalaya adalah dengan cara memandikan kucing secara rutin. Anda bisa memandikan kucing 2 minggu sekali, jika kucing lebih sering berada di rumah. Tetapi jika kucing sering bermain di luar rumah, Anda bisa memandikannya satu minggu sekali agar bulu kucing tetap bersih.

Memandikan kucing bisa Anda lakukan sendiri di rumah ataupun menggunakan jasa salon grooming. Jika Anda memandikan kucing sendiri, Anda bisa menggunakan shampo khusus kucing dan hindari menggunakan shampo manusia. Hal ini dikarenakan bahan yang digunakan berbeda dan dapat mengakibatkan bulu kucing rusak dan tidak halus.

Selain menggunakan shampo yang tepat, bulu kucing juga harus dikeringkan dengan sempurna agar kucing terhindar dari jamur yang dapat membuat rontok bulu kucing. Anda bisa menggunakan hair dryer ataupun mengeringkannya secara manual menggunakan sisir khusus kucing dan handuk.

9. Vaksinasi dan Penggunaan Obat Khusus Kucing

Sebagian orang mengabaikan manfaat vaksinasi pada kucing karena berbagai alasan. Padahal dengan vaksinasi akan meningkatkan daya tahan tubuh kucing dan mengurangi biaya saat kucing sakit. Berbagai jenis vaksinasi kucing bisa Anda akses di dokter hewan sesuai dengan usia kucing ketika hendak divaksin.

Selain vaksinasi, penggunaan obat sebaiknya tidak menggunakan obat untuk manusia. Anda bisa memberikan obat cacing khusus kucing ataupun jika kucing sakit hanya menggunakan obat dari dokter atau obat khusus kucing. Penggunaan obat khusus kucing merupakan cara perawatan kucing sakit yang tepat dan menimbulkan risiko kecil untuk kucing himalaya Anda.

10. Melakukan Cek Kesehatan Kucing Secara Rutin

Kesehatan kucing menjadi faktor penting dalam perawatan kucing himalaya. Kucing yang sehat akan selalu aktif dan tidak akan menularkan penyakitnya ke kucing lain ataupun pemiliknya. Selain divaksin, kucing juga harus dicek kesehatannya secara rutin ke dokter hewan.

Meskipun terlihat sepele dan banyak diabaikan, melakukan cek kesehatan kucing secara rutin akan memberikan informasi kesehatan secara menyeluruh. Selain itu, Anda juga dapat mencegah kemungkinan terburuk dengan mengetahui informasi mengenai kesehatan kucing Anda.

Pada cek kesehatan bulanan akan diketahui kondisi kesehatan kucing secara umum. Biasanya meliputi pemeriksaan fisik kucing dan kondisi psikologis kucing. sedangkan pada cek kesehatan tahunan akan diketahui kondisi organ kucing, sehingga pencegahan beberapa penyakit dapat dicegah sejak dini.

Bagi Anda pemilik kucing himalaya, merawat kucing harus dilakukan dengan telaten. Dengan perawatan yang tepat akan membuat kucing tetap sehat dan aktif. Semoga informasi mengenai cara merawat kucing himalaya di atas dapat membantu Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *