18 Cara Mudah Merawat Kucing Hamil

Cara merawat kucing hamil

Kucing merupakan salah satu hewan peliharaan yang memiliki perilaku unik dan menggemaskan. Meskipun tidak memiliki perawatan khusus, ada beberapa kondisi dimana kucing membutuhkan perawatan ekstra untuk menjaga kesehatannya. Salah satunya adalah saat kucing betina hamil. Cara merawat kucing hamil tentunya berbeda dengan merawat kucing dewasa lain karena Anda juga harus menjaga anak kucing agar selamat.

Ciri-Ciri Kucing Hamil

Cara merawat kucing hamil
Kucing Hamil | Source Image ; kepikiran.info

Bagi Anda yang memiliki kucing betina, penting untuk mengetahui ciri kucing hamil. Dengan mengetahui tanda kucing hamil akan membantu Anda untuk merawatnya, sehingga kucing dapat melahirkan dengan selamat dan tetap sehat.

Tidak seperti manusia yang memiliki ciri khusus saat hamil seperti morning sickness, kucing hamil tampak seperti kucing biasa di awal kehamilannya. Meskipun begitu, Anda tetap bisa mengamati perubahan bentuk dan perilaku kucing.

1. Siklus Birahi Berhenti Tiba-Tiba

Dalam satu kali siklus birahi kucing biasanya berlangsung dalam rentang 1 hingga 1,2 bulan dengan masa birahi sekitar 7 hari. Ketika kucing betina tidak sedang hamil, kucing akan menunjukkan tanda minta kawin, seperti lebih manja dan mengeluarkan hormon yang menyebabkan kucing jantan menghampirinya. Jika Anda tidak menemukan tanda tersebut, hal ini berarti siklus birahi kucing betina berhenti dan mungkin kucing hamil.

2. Nafsu Makan Meningkat

Saat kucing hamil, kucing memerlukan lebih banyak asupan energi dan protein dibanding kucing dewasa pada umumnya. Hal ini dikarenakan energi yang dikeluarkan kucing lebih banyak dibanding biasanya. Sehingga penting bagi Anda untuk memberikan lebih banyak makanan yang mengandung protein lebih tinggi dibanding kebutuhan kucing dewasa pada umumnya.

3. Lebih Sering Tidur

Selain nafsu makan meningkat, kucing hamil akan lebih sering tidur dibanding beraktivitas. Banyak tidur pada kucing hamil sangat berbeda dengan banyak tidur pada kucing yang sedang sakit. Jika kucing yang sakit lebih sering tidur tidak memiliki nafsu makan, kucing hamil yang sering tidur akan membutuhkan banyak makanan untuk menjaga energi dalam tubuhnya.

4. Bulu Rontok

Anda bisa memperhatikan bulu di bagian puting kucing akan menipis karena rontok saat kucing hamil. Hal ini dikarenakan pertumbuhan puting susu kucing yang bersiap untuk menghasilkan air susu.

5. Puting Kemerahan dan Membesar

Di usia kehamilan kucing 15 hingga 18 hari, puting susu kucing akan memerah dan membesar yang sering disebut dengan pinking up. Seiring berjalannya waktu, puting akan lebih terlihat dari samping badan kucing sejalan dengan membesarnya perut kucing.

6. Perut Membesar

Hampir sama dengan mamalia lainnya, perut kucing hamil akan membesar seiring berjalannya waktu. Perut kucing akan terlihat membesar mulai dari kehamilan 5 minggu dan bertambah besar menjelang persalinan.

7. Hasil USG Positif

Teknologi untuk mengetahui kucing hamil adalah dengan pemeriksaan USG. Anda bisa membawa kucing ke dokter hewan mulai usia 3 minggu untuk mengetahui apakah kucing Anda positif hamil atau tidak.

Cara Merawat Kucing Hamil dengan Baik

Ketika Anda mengetahui kucing betina positif hamil, Anda tetap harus memperhatikan perawatan kucing hamil. Dengan merawat kucing hamil secara baik, induk kucing akan melahirkan anak-anak kucing dengan selamat dan sehat.

1. Perhatikan Asupan Nutrisinya

Makanan menjadi hal penting yang harus Anda perhatikan dalam perawatan kucing hamil. Kucing betina yang sedang hamil membutuhkan makanan dengan kadar kalori dan protein yang tinggi. Anda bisa memberikan makanan kaleng ataupun makanan khusus kucing hamil yang banyak dijual di pasaran. Anda juga bisa mengganti sementara makanan kucing hamil dengan makanan anak kucing yang memiliki kandungan protein lebih tinggi.

Vitamin juga akan membantu kucing untuk memperoleh beberapa mikronutrien yang belum tentu terkandung dalam makanan kucing. Anda juga bisa memberikan vitamin yang akan meningkatkan kesehatan induk kucing dan anaknya. Pemberian suplemen kalsium juga diperlukan bagi perkembangan tulang janin kucing dan mencegah keroposnya tulang induk kucing saat hamil.

Selain makanan, kucing hamil juga memerlukan banyak minum. Anda bisa memberikan air minum yang sudah matang untuk mencegah dehidrasi dan melindungi saluran cerna kucing. Sehingga kucing menjadi lebih sehat meski aktivitasnya lebih sering digunakan untuk tidur.

2. Jaga Kesehatan Kucing

Kesehatan kucing saat hamil menjadi hal yang harus diperhatikan untuk keselamatan dan kesehatan induk beserta janinnya. Jika terdapat tanda-tanda induk kucing sedang sakit, Anda bisa membawanya ke dokter hewan atau orang yang ahli menangani hewan.

Anda bisa memulai dengan menjaga kebersihan lingkungan dan badan kucing agar kucing tidak mudah terkena serangan mikroorganisme dari luar. Selain itu, Anda juga harus memebrikan asupan nutrisi seimbang untuk kucing agar daya tahan tubuh semakin meningkat.

3. Jaga Kebersihan Lingkungan

Kucing hamil akan menghabiskan waktu lebih banyak untuk bermalas-malasan di dalam kandang ataupun tempat tidurnya. Jika tempat untuk beristirahat kucing bersih, maka kucing akan nyaman dan terhindar dari mikroorganisme berbahaya.

Kebersihan lingkungan menjadi salah satu cara merawat kucing hamil agar tetap sehat. Salah satu caranya adalah dengan membersihkan kandang secara rutin seminggu sekali. Meskipun kucing akan lebih galak dari biasanya, Anda bisa meminta kucing untuk berpindah tempat dengan memberi makanan agar kandang mudah dibersihkan.

Selain itu, bak kotoran kucing juga harus lebih sering dibersihkan untuk mencegah penyakit infeksi yang mungkin akan menyerang kucing Anda. Sehingga kucing dapat terhindar dari penyakit berbahaya yang mungkin akan mengancam dirinya ataupun janin kucing.

Tempat makan dan minum kucing juga harus lebih sering dibersihkan. Hal ini untuk mencegah terjadinya infeksi pencernaan yang banyak terjadi karena daya tahan tubuh kucing yang menurun saat kucing hamil.

4. Siapkan Kandang yang Nyaman

Perilaku kucing hamil yang cenderung bermalas-malasan harus didukung oleh lingkungan kandang yang nyaman. Anda bisa memberikan alas tidur yang hangat dan empuk untuk kucing agar kucing dapat beristirahat dengan tenang. Selain itu, Anda juga harus menyediakan makanan dan minuman yang cukup agar kucing tetap tercukupi nutrisinya hingga waktu melahirkan tiba.

5. Siapkan Makanan untuk Kucing

Kucing hamil akan membutuhkan makan yang cukup banyak dibanding biasanya. Anda bisa menyiapkan porsi makanan kucing yang lebih banyak dan melebihkannya jika sewaktu-waktu kucing lapar dan membutuhkan makanan.

Minuman untuk kucing pun harus disediakan agar kucing tidak mengalami dehidrasi. Anda harus sering mengganti minuman kucing agar air minum kucing tidak terkontaminasi yang bisa menyebabkan kucing sakit.

6. Jangan Memberikan Sembarang Obat

Ada kalanya ketika kucing sedang hamil akan mengalami beragam masalah kesehatan seperti jamur ataupun mata berair. Salah satu cara termudah untuk mengatasinya adalah dengan memberikan obat jamur atau obat mata yang bisa didapatkan di pasaran.

Akan tetapi, kondisi kucing hamil tidak bisa disamakan dengan kondisi kucing pada umumnya. Pemberian obat secara sembarang akan memberikan dampak pada kucing, seperti keguguran, kematian janin, ataupun kecacatan anak kucing. Jika kucing Anda menderita suatu penyakit, ada baiknya segera periksakan ke dokter hewan untuk mendapatkan penanganan dan meminimalisir dampak yang akan terjadi.

7. Jauhkan dari Kucing Lain

Jika Anda memelihara kucing lebih dari satu ekor, ada baiknya Anda memisahkan kucing hamil dari kucing yang lain. Hal ini untuk menjaga kondisi psikis kucing yang mudah gelisah dan stres. Selain itu, kucing hamil akan lebih galak karena naluri untuk melindungi anaknya mulai terbentuk.
Menjauhkan kucing hamil dari kucing lain juga untuk menghindari agar kucing tidak dikawini oleh kucing jantan lain. Hal ini untuk mencegah adanya komplikasi pada kehamilan kucing yang menyebabkan keguguran ataupun kematian janin kucing.

8. Jaga Kebersihan Tubuh Kucing

Kondisi kucing hamil yang cenderung bermalas-malasan membuat tubuh kucing tidak terawat. Anda bisa menyisir bulu kucing untuk mencegah bulu kucing kusut dan tidak mudah rontok. Selain itu, Anda bisa memandikan kucing saat awal hingga akhir kehamilan. Untuk memandikan kucing hamil, ada baiknya Anda menghindari daerah puting untuk mencegah adanya kontraksi pada kucing.

Persiapan Membantu Kucing Melahirkan

Sebagian jenis kucing akan melahirkn anaknya sendiri tanpa bantuan dari pemiliknya. Akan tetapi, ada beberapa jenis kucing yang membutuhkan bantuan untuk melahirkan anak. Nah, berikut merupakan persiapan kucing melahirkan dan hal-hal yang perlu Anda perhatikan ketika kucing sedang melahirkan.

1. Persiapkan Tempat untuk Persalinan Kucing

Sebelum masa persalinan kucing tiba, ada baiknya Anda sudah mempersiapkan tempat persalinan untuk kucing. Anda bisa menyiapkan beberapa handuk yang lembut untuk tempat bersarang kucing agar tetap nyaman saat melahirkan. Sedangkan bagi kucing yang lebih suka di luar kandang, Anda bisa menyiapkan tempat yang diberi alas empuk untuk tempat bersalin.

Beberapa jenis kucing juga lebih menyukai tempat yang agak gelap ketika melakukan persalinan. Anda bisa menggunakan beberapa kain untuk menyelimuti tempat persalinan kucing agar kucing menjadi nyaman dan tidak mencari tempat lain untuk bersalin.

2. Ketahui Perkiraan Kucing Melahirkan

Pada umumnya, usia kehamilan kucing berkisar antara hari ke-65 hingga hari ke-67 usia kehamilan. Jika Anda lebih sering membawa kucing ke dokter hewan, biasanya dokter hewan akan memebrikan ekstra waktu 4-5 hari perkiraan kelahiran kucing. Jika melebihi ekstra waktu yang sudah ditetapkan, dokter hewan akan memberikan saran untuk melakukan operasi cesar.

3. Ketahui Tanda-Tanda Persalinan Kucing

Anda bisa menemukan tanda-tanda kucing akan melahirkan dengan melihat perilaku kucing yang tidak biasa. Kucing yang akan melahirkan akan menunjukkan tanda-tanda sebagai berikut:

  1. Gelisah dan mencari tempat tersembunyi untuk bersalin, Kucing akan terlihat bolak-balik mencari tempat yang menurutnya aman.
  2. Menjilat-jilat daerah kemaluan yang berwarna kemerahan
  3. Mendengkur
  4. Terengah-engah saat berjalan
  5. Penurunan suhu tubuh sekitar 1-20C
  6. Malas makan
  7. Kencing berdarah

Selain mengetahui tanda-tanda kucing akan bersalin, Anda juga harus waspada terhadap komplikasi yang terjadi kucing yang sedang hamil. Anda bisa memperhatikan air kencing kucing yang berbeda dibanding dalam keadaan tidak normal. Misalnya, air kencing berwarna hijau kekuningan yang menandakan adanya infeksi pada rahim kucing.

Nah, itulah cara merawat kucing hamil yang bisa Anda lakukan agar induk dan anak kucing selamat hingga persalinan tiba. Dengan perawatan yang benar akan meminimalisir risiko kematian induk ataupun anak kucing. Semoga informasi di atas bermanfaat untuk Anda.

About Nesya Damayanti

Dari kecil memang suka kucing. Sekarang nulis blog ini sebagai kegiatan rutin setelah lulus dari kuliah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *