7 Cara Khusus Untuk Merawat Kucing Bulu Pendek

cara merawat kucing bulu pendek

Dengan alasan-alasan tertentu, banyak orang memilih kucing bulu pendek daripada yang berbulu panjang untuk dipelihara. Namun apapun alasannya, jika Anda sudah memilih untuk memeliharanya, maka Anda harus tahu cara merawat kucing bulu pendek itu.

cara merawat kucing bulu pendek
Kucing Bulu Pendek

Sulitkah? Tidak. Bahkan sebetulnya cara merawat kucing bulu pendek lebih mudah daripada bulu panjang. Urusan mandi pun tidak akan sesering kucing yang berbulu panjang. Artinya, Anda tidak akan terlalu repot soal perawatan, meski tetap tidak boleh meremehkan.


Beberapa hal di bawah ini adalah cara merawat kucing bulu pendek yang sebaiknya Anda perhatikan.

1. Memandikan Kucing Secara Teratur

Meski jadwal mandi kucing ini tidak sesering kucing berbulu panjang, Anda juga perlu memandikannya. Umumnya, kucing berbulu pendek hanya dimandikan satu bulan satu kali. Tetapi, lagi-lagi Anda harus melihat bagaimana aktivitas si kucing. Anda juga harus melihat tempat-tempat seperti apa saja yang menjadi lokasinya beraktivitas.

Dengan begitu, Anda bisa menentukan seberapa sering kucing Anda harus dimandikan. Tentu saja, mengingat seberapa kotor kucing jika bermain di tempat-tempat tertentu. Catatannya, sebaiknya Anda tidak memandikan kucing yang usianya belum mencapai 2 bulan.

Pilih Shampo yang tidak Mengandung Bahan Berbahaya
Sejauh shampo kucing Anda tidak mengandung bahan berbahaya, Anda bisa menggunakannya. Akan lebih baik jika Anda menggunakan shampo berbahan herbal atau organik. Sebab, shampo berbahan herbal umumnya lebih ramah terhadap kucing dan tidak menimbulkan iritasi.

Jika Anda menyukai shampo yang wangi, sebaiknya, tahan keinginan Anda untuk membeli shampo dengan aroma yang tajam. Umumnya kucing tidak merasa nyaman dengan shampo yang mengandung wewangian. Jika Anda sangat ingin menggunakan shampo yang wangi, pilih shampo yang memiliki wangi alami dan berbahan herbal saja. Tapi, pastikan dulu, kucing Anda merasa nyaman dengan wangi tersebut.

Perhatikan juga kandungan nutrisi di dalam shampo tersebut. Akan sangat baik jika shampo tersebut bisa menutrisi bulu-bulu kucing dan menyehatkannya. Jika kucing Anda mengalami masalah pada kulit, sebaiknya Anda memilih shampo yang bisa mengobati masalah kulit kucing Anda. Misalnya, shampo anti jamur atau shampo anti kutu.

Memilih shampo yang sesuai dengan usia kucing juga perlu menjadi catatan tersendiri. Pasalnya, tidak semua shampo cocok untuk semua usia kucing. Jika Anda adalah orang yang tidak suka shampo khusus usia tertentu, sebaiknya, pilih shampo yang cocok untuk segala usia.

2. Menyisir Bulu Kucing

Menyisir bulu kucing termasuk rutinitas wajib dalam cara merawat kucing bulu pendek. Memang, kegiatan ini jauh berbeda intensitasnya dari kucing berbulu panjang. Namun begitu, Anda tidak boleh serta merta meninggalkan rutinitas ini.

Apa sebenarnya fungsi menyisir bulu kucing ini? Menyisir kucing bisa menjadi cara untuk menghilangkan bulu-bulu yang sudah tidak aktif. Menyisir bulu kucing juga menjadi alternatif untuk melepaskan bulu kucing yang tidak sehat.

Jika Anda tidak menyisir bulu kucing ini, ditakutkan bulu kucing akan rontok di mana-mana, terutama di tempat-tempat kucing biasa menghabiskan waktunya. Membersihkan bulu kucing yang sudah tercecer di mana-mana ini akan lebih merepotkan Anda. Belum lagi risiko kesehatan yang ditimbulkan oleh bulu kucing jika terhirup, baik bagi kucing sendiri atau bagi Anda.

Bagi pemilik, bulu kucing berisiko menimbulkan alergi. Gejala yang timbul bisa flu, gatal, mata merah, asma, juga peradangan. Bulu kucing juga bisa menjadi perantara penularan parasit toxoplasma. Bagi kucing sendiri, bulu kucing berbahaya ketika tertelan. Pasalnya, bulu kucing ini akan mengakibatkan kucing mengalami gangguan pernapasan dan muntah.

3. Menjemur Kucing pada Pagi Hari

Menjemur kucing pagi hari juga bisa jadi salah satu cara merawat kucing bulu pendek yang bermanfaat bagi kesehatan mereka. Untuk apa? Untuk membentuk vitamin D dalam tubuh kucing. Dengan begitu, kulit kucing menjadi lebih sehat, demikian juga dengan tulang-tulangnya. Daya tahan tubuhnya juga akan semakin baik.

Meski begitu, Anda tidak disarankan menjemur kucing terlalu lama, cukup sekitar 10 menit saja. Jika Anda melihat kucing Anda tampak gelisah, segera hentikan. Pindahkan kucing di tempat yang teduh. Paling penting, jangan menjemur kucing saat matahari sudah terik. Menjemur kucing ketika matahari terik bukan membuat kucing lebih sehat, justru akan menimbulkan masalah tersendiri.

Bagaimana cara menjemur kucing? Masukkan kucing ke dalam kandang dan letakkan di tempat yang hangat. Setelah dirasa cukup, pindah kucing di tempat teduh. Lalu, beri makan dan minum, atau Anda boleh juga menyisir bulunya untuk melepaskan bulu yang sudah tidak aktif.

4. Bersihkan Kandang Secara Teratur

Hal mendasar yang tidak kalah penting dalam cara merawat kucing bulu pendek adalah membersihkan kandangnya. Kandang kucing yang tidak dibersihkan bisa menciptakan risiko kesehatan yang tidak bisa diremehkan.

Seberapa sering Anda perlu membersihkan kandang? Setidaknya seminggu sekali kandang kucing dibersihkan. Tetapi, jika kandang sudah sangat kotor sebelum satu minggu, Anda boleh membersihkannya dua kali dalam seminggu. Semuanya tergantung dari kondisi kandang kucing tersebut.

Baca juga : 9 Rekomendasi Jenis Kucing Terpopuler di Indonesia

Yang pasti, jika kandang kucing Anda sudah mulai mengeluarkan bau, artinya Anda harus segera membersihkannya. Jika kandang kucing Anda masih terlihat bersih dalam satu minggu, ada baiknya Anda tetap membersihkannya dengan menyemprotkan desinfektan. Anda juga bisa menjemur kandang di tempat yang terik. Pasti sangat bagus.

5. Bersihkan Selalu Tempatnya Buang Air

Selain membersihkan kandang, Anda juga harus membersihkan tempat kucing buang air. Tempat kucing buang air ini akan mengeluarkan bau tidak sedap jika Anda tidak sering membersihkannya.

Untuk itu, Anda disarankan untuk selalu membuang kotoran kucing ketika selesai buang air. Jika Anda tidak sempat, berarti setiap hari Anda harus memastikan kotoran itu sudah dibuang. Juga, pastikan untuk mengganti pasirnya jika memang pasir yang Anda gunakan adalah pasir sekali pakai. Tetapi, jika Anda menggunakan pasir yang bisa dicuci ulang, Anda bisa mencucinya satu minggu sekali.

Sementara pasir Anda cuci, box tempat buang air juga sebaiknya dicuci, disikat, serta disemprot desinfektan. Setelah itu, jemur di tempat yang terik. Baru setelah itu boleh digunakan kembali.

6. Beri Makanan Sesuai dengan Kebutuhannya

Kucing juga membutuhkan asupan gizi yang mencukupi untuk kesehatan dan aktivitasnya sehari-hari. Mereka membutuhkan vitamin, membutuhkan kalori, juga membutuhkan protein serta zat-zat lain untuk tubuhnya.

Yang menjadi pertanyaan adalah, seberapa besar kebutuhan makanan untuk kucing? Untuk menjawabnya, sebaiknya Anda tahu berapa umur kucing yang Anda maksud. Sebab, masing-masing umur membutuhkan jumlah makanan berbeda. Misalnya, kebutuhan makan kucing dewasa adalah 2% dari berat tubuhnya.

Ini berbeda dengan kebutuhan makanan kucing yang masih kecil. Kucing yang umurnya kurang dari 8 minggu, tidak membutuhkan makan. Kucing-kucing kecil ini hanya minum susu dari induknya. Baru setelah itu, kucing mulai membutuhkan makanan meski kebutuhan makanannya belum begitu banyak.

Lalu, jenis makanan kucing seperti apa yang sebaiknya diberikan? Anda bisa memilih makanan kering, makanan basah, atau makanan mentah. Makanan kering untuk kucing ini banyak ditemukan di pet shop, demikian juga dengan makanan basah atau makanan kaleng.

Kucing yang umurnya kurang dari satu tahun, sebaiknya jangan diberikan makanan kering terlebih dahulu. Anda boleh memberikan makanan kering dengan catatan memberinya sedikit air. Tujuannya, agar makanan tersebut menjadi lebih lunak.

7. Berikan Vaksin Sesuai Umur

Vaksin perlu diberikan kepada kucing bermanfaat untuk menjaga daya tahan tubuhnya dari penyakit. Ada beberapa vaksin yang biasanya diberikan kepada kucing. Di antaranya adalah vaksin rabies. Ada juga vaksin herpes dan vaksin calici virus. Tiga vaksin yang disebutkan tersebut adalah vaksin utama yang sebaiknya diberikan kepada kucing peliharan Anda.

Vaksin tambahan diberikan kepada kucing dengan kondisi tertentu. Misalnya, vaksin anti jamur atau anti kutu. Vaksin ini diberikan pada kucing yang mengalami masalah kulit atau kucing yang terserang kutu. Ada juga vaksin leukimia untuk kucing dan beberapa vaksin lainnya. Anda bisa memberikan vaksin tersebut jika kucing Anda membutuhkan.

Merawat kucing yang memiliki bulu pendek memang bisa dikatakan tidak sulit. Jika mau dibandingkan, tingkat kesulitannya jauh lebih rendah daripada merawat kucing bulu panjang. Hanya saja, semudah apapun cara merawat kucing, Anda harus tetap menyisihkan waktu untuk melakukannya.

Baca Juga : 8 Jenis Kucing Tanpa Bulu dan Harganya Terbaru 2020

Dan akhirnya, selamat mencoba cara merawat kucing bulu pendek seperti yang sudah dipaparkan di atas.

About Nesya Damayanti

Dari kecil memang suka kucing. Sekarang nulis blog ini sebagai kegiatan rutin setelah lulus dari kuliah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *