Cara Mudah Merawat Anak Kucing Kampung Kecil

Perawatan anak kucing kampung

Kucing kampung sangat mudah ditemukan di sekitar sehingga kucing ini dianggap tidak terlalu istimewa. Padahal jika dirawat dengan baik, kucing ini tidak kalah lucu dari kucing ras yang harganya mahal. Di Indonesia, kucing kampung yang sering Anda temui itu dimasukkan dalam kategori ras Jawa. Ulasan berikut akan membahas mengenai cara merawat anak kucing kampung.

Begini Asal Mula Kucing Kampung

Cara merawat anak kucing kampung
Anak Kucing Kampung

Kabarnya, perjalanan terkait asal mula kucing kampung ini sudah sejak ribuan tahun. Bermula dari bangsa Ethiopia yang membawa kucing ke daratan Mesir Kuno saat berhasil mengalahkan bangsa Nubia. Untuk umat Islam, khususnya, kucing memiliki keistimewaan tersendiri karena merupakan hewan kesayangan Nabi Muhammad Saw.

Masyarakat Mesir kuno sendiri mulai menyukai kucing sejak masa Revolusi Pertanian (sekitar tahun 8000-5000 SM). Sifat liar kucing dimanfaatkan oleh masyarakat Mesir kuno untuk menjadi pembasmi tikus. Seiring berjalannya waktu, sekitar tahun 1000 SM, kucing liar menjadi terdomestikasi.

Ada teori yang menyebutkan kucing-kucing itu menjadi terdomestikasi sebab keturunan kucing liar terbiasa hidup dengan manusia sehingga sifat liarnya terkikis. Teori lain mengatakan bahwa ada mutasi genetik pada kucing liar sehingga keturunannya tidak bersifat liar lagi. Terdapat beberapa penelitian yang menunjukkan bahwa ukuran otak kucing yang sudah terdomestikasi lebih kecil dibandingkan ukuran otak kucing liar.

Kucing-kucing domestik itu diam-diam diekspor keluar Mesir oleh bangsa Phoenix, bahkan sampai ke Eropa. Di Benua Asia penyebaran kucing domestik dimulai dari India. Masyarakat India saat itu percaya bahwa mereka harus memelihara minimal seekor kucing. Memasuki beberapa tahun Masehi, kucing mulai populer di banyak wilayah di Asia.

Masyarakat Cina mulai memelihara kucing sejak Era Kristiani. Mereka percaya bahwa kucing bisa membawa keberuntungan dalam hidup. Untuk masyarakat Jepang, kucing mulai banyak dipelihara saat masa Buddism. Saat itu setiap kuil di Jepang pasti memilihara kucing paling sedikit dua ekor kucing. Tujuan kuil itu memelihara kucing adalah untuk menghadapi penyebaran tikus.

Penyebaran kucing ke Australia kabarnya dibawa oleh para melalui jalur laut. Semakin lama, kucing-kucing domestik itu semakin tersebar luas di seluruh penjuru dunia. Mereka mengalami penyesuaian dengan daerah tempat tinggalnya masing-masing sehingga keturunannya bisa bertahan sampai sekarang.

Jenis Kucing Kampung Berdasarkan Warnanya

Untuk membedakan kucing kampung, Anda bisa menggunakan warnanya. Jadi agar ulasan mengenai cara merawat anak kucing kampung ini semakin lengkap, mari bahas dulu jenis kucing kampung berdasarkan warnanya.

1. Warna Merah Bata

Kucing merah bata
Kucing kampung merah bata

Orang-orang banyak menyebut kucing ini sebagai ‘kucing oren’. Mereka sangat mudah ditemui, di jalan, di pasar, atau di manapun. Kucing kampung merah bata ini terkenal susah diatur, namun hal itu justru tampak menggemaskan bagi para pecinta kucing.

2. Warna Putih

Kucing Putih
Kucing Kampung Putih

Dengan warna bulu putih, kucing kampung seperti ini tentu rentan kotor. Memang mereka terlihat sangat menawan dengan warna bulunya, akan tetapi Anda harus telaten menjaga kebersihan bulu tersebut. Kucing berwarna putih biasanya lebih mudah diatur dibandingkan kucing merah bata.

3. Kucing Hitam

Kucing Kampung Hitam
Kucing Kampung Hitam

Banyak orang yang mengaitkan kucing hitam dengan hal mistis, padahal sebenarnya mereka adalah kucing yang manis. Warna hitamnya akan membuat mata kucing ini tampak tajam dan mempesona. Seperti kucing kampung lain, kucing hitam juga senang bermain.

4. Warna Hitam Putih

Kucing Kampung Hitam Putih
Kucing Kampung Hitam Putih

Setelah kedua kucing di atas, ada juga kucing kampung yang bulunya berwarna hitam putih. Meski sebagian besr sifatnya pemalas, namun kucing kampung warna ini terbilang mudah diatur. Selainn itu, ia juga biasanya senang berburu.

5. Tiga Warna/Calico

Kucing Kampung Kembang Telon
Kucing Kampung Kembang Telon

Kucing ini sering disebut juga dengan nama kucing calico atau kucing kembang telon. Sebanyak 99% kucing tiga warna adalah betina, dan sangat jarang terjadi pada kucing jantan. Perpaduan warna pada kucing ini biasanya hitam, merah bata, dan putih.

Karakter Umum Kucing Kampung

Anda juga perlu mengetahui karakter umum kucing ini agar bisa menggunakan cara merawat anak kucing kampung yang tepat. Berikut karakter yang umumnya ditemui pada kucing kampung.

1. Lincah dan aktif

Kucing kampung termasuk kucing yang aktif. Ketika tidak pada jam tidur, kucing kampung akan senang bermain. Kucing kampung biasanya juga aktif memburu mangsa, terutama untuk kucing alfa. Jadi jangan terkejut ya kalau sewaktu-waktu kucing kampung Anda membawakan cicak, ular, atau tikus untuk Anda.

2. Memiliki daya tahan tubuh yang baik

Kucing kampung memiliki daya tahan tubuh yang baik, sehingga kucing ini tidak mudah sakit walau belum divaksin. Meski begitu, akan lebih baik jika Anda tetap memvaksin kucing Anda ya. Sediakan juga obat-obatan untuk berjaga-jaga ketika si kucing sakit.

3. Tidak sulit dalam hal makanan

Makanan untuk kucing kampung juga tidak sulit, sebab kucing ini memang cenderung tidak pilih-pilih makanan. Kalau Anda belum sempat membelikannya makanan kucing, Anda bisa memberinya dulu ikan atau ayam yang dicampur sedikit nasi.

4. Sering main sampai berhari-hari

Salah satu kebiasaan kucing kampung yang mungkin membuat pemiliknya was-was adalah sering keluar rumah sampai beberapa hari. Sebenarnya hal ini wajar saja, sebab kucing kampung akan mengingat jalan pulang ke rumahnya dan Anda tidak perlu khawatir.

Cara Merawat Anak Kucing Kampung

Perawatan anak kucing kampung
Anak Kucing Kampung

Cara merawat anak kucing kampung sebenarnya tidak sulit. Namun jika Anda mengadopsi anak kucing kampung itu tanpa induk, Anda tetap perlu memberi perhatian lebih untuk tumbuh kembangnya.

1. Menyiapkan tempat yang memadai

Anak kucing masih sangat rentan, oleh karena itu Anda perlu menyiapkan tempat yang memadai untuknya. Setidaknya siapkan kardus yang dilapisi dengan kain sebagai penghangatnya. Anda bisa menambahkan lampu bohlam untuk bisa menjaga kehangatan suhu tubuhnya, atau menaruh sarang itu di tempat yang terkena matahari.

2. Memberikan susu khusus kucing

Cara merawat anak kucing kampung yang selanjutnya adalah memberikannya susu. Bila anak kucing kampung yang Anda adopsi tanpa induk, Anda juga perlu menyiapkan susu khusus kucing untuknya. Saat ini sudah banyak brand yang menawarkan susu pengganti ASI induk kucing. Namun jangan memberikan susu manusia pada anak kucing, sebab itu tidak baik untuk pencernaannya.

Agar anak kucing tumbuh dengan baik, berikan susu dalam jadwal yang teratur. Anda bisa menyiapkan suntikan khusus untuk memberikan susu, terutama untuk anak kucing yang usianya belum mencapai dua bulan. Pemberian susu ini biasanya dilakukan dalam beberapa jam sekali, tergantung dengan umur anak kucing.

3. Membantu anak kucing saat sendawa dan buang air

Anak kucing jug bisa sendawa, terlebih jika Anda memberikan minum secara manual. Ketika kucing sendawa, Anda bisa membantunya dengan memegang ia dalam posisi vertikal kemudian menepuk lembut pundaknya.
Untuk membantunya buang air, bisa Anda lakukan dengan mengusap lembut anus dan perut kucing. Ini bisa membantu anak kucing untuk ekskresi. Lakukan ini setelah ia makan. Sekitar 2-3 minggu kemudian, biasanya kucing akan bisa buang air sendiri.

4. Mengenalkan dengan litter box dan makanan baru

Cara merawat anak kucing kampung selanjutnya adalah mengenalkan dengan litter box maupun makanan baru. Anda bisa mulai melatih ini ketika usia kucing sudah memasuki satu bulan.

Untuk mengenalkan dengan litter box, Anda bisa meletakkan anak kucing di sana setiap kali ia menunjukkan akan buang air besar. Anda juga bisa mulai mengenalkannya dengan wet food khusus untuk anak kucing. Ketika usia anak kucing sudah lebih dari dua bulan, Anda sudah mulai bisa memberikannya dry food.

5. Mengajak kucing bersosialisasi

Di usia 1-2 bulan, ajarkan anak kucing untuk mulai bersosialisasi. Perilaku anak kucing terhadap manusia, khususnya, bergantung pada bagaimana Anda merawatnya. Semakin baik Anda merawatnya, maka semakin lembut juga perilaku anak kucing terhadap manusia.

Karena rasa penasaran yang tinggi pada usia ini, Anda bisa juga mengajaknya bermain. Gunakan properti yang sederhana saja, seperti benang, tali, atau sedotan. Usahakan tidak membiasakan kucing Anda bermain dengan jari ya, karena itu bisa membuatnya menganggap semua tangan untuk digigit.

Hal penting lain terkait cara merawat anak kucing kampung adalah tidak lupa memberinya vaksin, dan Anda bisa melakukan sterilisasi di usia tertentu. Untuk dua perawatan itu, sebaiknya Anda konsultasikan ke dokter terlebih dahulu ya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *