Asal Usul Kucing Kampung Di Indonesia

Asal Usul Kucing Kampung

Salah satu hewan yang sering kita jumpai adalah kucing karena memang banyak sekali kucing kampung yang hidup liar. Tempat umum seperti pasar, sekolah, terminal adalah rumah bagi kucing liar. Lalu tahukah kamu dari mana mereka berasal?. Asal usul kucing kampung ini akan kita bahas pada pembahasan kali ini.

Asal Usul Kucing Kampung
Kucing Kampung | Sumber Gambar : https://meowmagz.com

Kucing liar yang sering dijumpai ini adalah kucing kampung yang tidak dirawat manusia dan hidup liar. Warna bulu yang dimiliki kucing ini beragam, ukuran tubuhnya juga sangat berbeda-beda dan sifatnya juga sangat berbeda. Sering lihat tapi tidak tahu asalnya? yuk ikuti penjelasanya.

Nenek Moyang Kucing Kampung

Dari berbagai sumber yang telah dihimpun nenek moyang kucing kampung berasal dari Miacis binatang yang mirip dengan musang. Miacis ini diperkirakan hidup sekitar 50 juta tahun yang lalu dan diyakini sebagai nenek moyang dari segala kucing di dunia ini. Perkembangan biakan Miacis ini menghasilkan berbagai jenis kucing salah satunya menjadi asal usul kucing kampung yang kita kenal saat ini.

Dalam peradaban Mesir kuno sekitar 4000 SM kucing sudah menjadi binatang peliharaan rumah. Sebagin orang pada masa itu menganggap kucing sebagai jelmaan dewi Bast yang dikenal sebagai Bastet atau Thet. Pada masa Mesir kuno orang-orang sudah menggunakan kucing sebagai penjaga toko bahan pangan dari serangan tikus.

Baru-baru ini telah ditemukan kerangka kucing bersama manusia dalam sebuah makam di Shillourokambos, Siprus bertahun 7500 SM. Kerangka yang ditemukan di Siprus ini mirip dengan kerangkan kucing liar saat ini yang merupakan nenek moyang kucing rumahan saat ini.

Orang pada masa itu menganggap kucing adalah hewan spesial karena dianggap sebagai jelmaan dewi. Sehingga ketika membunuh kucing dijatuhi hukuman mati. Jika kucing yang dipelihara mati maka pada masa itu dimumikan seperti manusia. Pada tahun 1800 an ditemukan 300.000 mumi kucing dalam keadaan masih utuh di sebuah makam atau lebih tepatnya situs sejarah Mesir.

Asal Usul Kucing Kampung

Kucing kampung sendiri sering dikenal dengan “Moggy” dalam bahasa Inggris. Karakter fisik dari kucing kampung ini memiliki jenis bulu pendek atau Domestic SHort Haired. Corak bulu yang dimiliki sebagian besar berloreng-loreng seperti jenis kucing Tabby.

Ukuran telinga kucing ini juga tergolong besar begitu juga dengan bentuk tubuhnya berukuran besar terutama yang berkelamin jantan. Kucing kampung memiliki ekor yang panjang dan biasanya warnanya belang pada ujungnya.

Untuk asal usul kucing kampung berasal dari persilangan berbagai jenis ras kucing. Sangat sulit untuk mengetahui asal atau jenis campurannya karena telah mengalami begitu banyak persilangan.

Meskipun belum diketahui secara jelas gen asli asal percampuran kucing kampung terdapat pendapat terbaru. Sebagian peneliti kucing memperkirakan jika asal kucing kampung ini berasal dari keturunan kucing afrika.

Kucing liar afrika atau dikenal dengan african wildcat memiliki nama ilmiah felis silvestris lybica. Keturunan dari kucing liar afrika inilah yang menghasilkan kucing kampung atau kucing liar. Bisa dikatakan bahwa kucing liar afrika merupakan asal usul kucing kampung yang kita jumpai sekarang.

Asal Usul Perjalanan Kucing Kampung

Kucing liar dari afrika ini awal mulanya melakukan persilangan dengan kucing lokal ketika manusia menjinakkan kucing. Dari persilangan-persilangan kucing inilah mulai terjadi percampuran gen sehingga menghasilkan kucing kampung.

Setelah terjadi persilangan dengan kucing lokal setempat, keturunan dari hasil persilangan ini mulai dibawa ke penjuru dunia. Perjalanan kucing ini terjadi karena sang pemilik membawanya untuk berdagang ke penjuru dunia.

Penyebaran kucing ini juga terjadi karena sengaja dibawa untuk menjaga kapal dagang pangan dari serang tikus di kapal. Ada kalanya kucing ini dibawa oleh pedagang yang singgah dan membawanya ke negaranya.

Karena kucing mengalami banyak perjalanan di berbagai penjuru dunia maka terjadi mutasi gen. Akibat mutasi gen yang terjadi kucing ini banyak mengalami perubahan dan mengalami adaptasi di berbagai tempat.

Sebagai contoh kucing liar yang berada di wilayah Rusia atau Skandinavia adalah jenis kucing liar yang berbulu panjang atau moggy domestic long hair. Kucing ini beradaptasi dengan wilayah yang menjadi tempat tinggalnya yang bersuhu dingin.

Untuk kucing liar yang berbulu pendek atau moggy domestic short hair lebih sering ditemukan di daerah yang beriklim tropis seperti Indonesia atau Malaysia.

Kucing Kampung Memiliki Warna Beragam

Jika diperhatikan penampilan kucing kampung ini beragam dilihat dari warna bulu, ukuran tubuh dan sifatnya. Penampilan warna yang beragam ini dikarenakan banyaknya persilangan yang terjadi dari berbagai gen warna kucing.

Kucing Kampung
Kucing Kampung | Image Source : https://picpanzee.com/rumahkucingparung

Kucing kampung ini mudah sekali berkembang biak karena ketika dewasa ia akan minta kawin. Perkawinan yang terjadi ini terjadi secara alami ketika kucing kampung jatuh masa kawin. Hal ini menyebabkan populasi kucing kampung jumlahnya begitu banyak dan banyak yang hidup liar.

Karena kucing kampung kawin secara sembarangan tentu gen yang dibawa juga beragam. Hal ini menyebabkan warna kucing kampung beragam dan ukuran tubuhnya juga beragam menyesuaikan gen yang dibawa.

Hal ini berbeda dengan kucing ras yang biasanya memiliki warna asli karena dan tertentu, seperti putih, cokelat, loreng, atau corak warna tertentu. Kemurnian warna bulu kucing ras tetap terjaga karena perkawinannya juga terjaga. Biasanya kucing ras dikawin dengan kucing ras yang sejenis. Tujuan dari perkawinan tersebut untuk menjaga kemurnian kucing ras yang jumlahnya semakin sedikit.

Jadi dapat disimpulkan bahwa asal usul kucing kampung ini berasal dari berbagai campuran persilangan gen kucing dari seluruh dunia. Diyakini asal gen kucing kampung ini berasal dari kucing liar afrika. Miacis adalah nenek moyang dari segala jenis kucing yang ada di dunia termasuk kucing liar afrika.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *