9 Penyebab Kucing Nakal Beserta Solusinya

Penyebab Kucing Nakal

Kucing dikenal sebagai hewan peliharaan yang lucu dan menggemaskan, namun terkadang mereka bertingkah usil dan nakal. Penyebab kucing nakal bisa dikarenakan oleh beberapa alasan. Saat terjadi perubahan perilaku kucing segera atas perilaku tak biasa tersebut.

Penyebab Kucing Nakal
Penyebab Kucing Nakal

Memang terkadang kucing melakukan hal-hal yang kurang menyenangkan seperti mencakar furniture rumah, berisik mengeong, dan lain sebagainya. Jika kucing peliharaan Anda bertingkah demikian jangan langsung mengecap kucing tersebut nakal, pelajari dahulu penyebabnya.

Untuk mengatasi perubahan perilaku kucing akan lebih mudah jika Anda tahu penyebab atau alasan kenapa kucing bisa berubah perilakunya. Jika perubahan perilaku kucing ke arah agresif atau nakal maka berikut adalah beberapa penyebab kucing nakal..

1. Naluri Predator

Kucing adalah salah jenis hewan predator alami oleh sehingga inilah salah salah satu penyebab kucing berperilaku agresif atau sering kita menyebutnya dengan nakal. Kucing berperilaku agresif bisa terjadi karena ingin mempertahankan diri atau sekedar hanya memburu mangsanya.

Berburu adalah sifat alami kucing, oleh sebab itu kucing sering diketegorikan sebagai hewan peliharaan setengah jinak. Untuk menjadi sepenuhnya jinak dan patuh kepada pemiliknya dibutuhkan latihan yang konsisten. Kucing harus dilatih sejak kecil untuk mengubur insting berburunya dan mencegah mereka berperilaku agresif.

2. Naluri Nokturnal

Selain predator kucing juga termasuk jenis hewan nokturnal atau aktif pada malam hari. Biasanya kucing lebih suka beraktivitas pada malam hari dan tidur di siang hari, sehingga mereka sering dijuluki dengan hewan peliharaan yang doyan tidur.

Naluri nokturnal pada kucing bisa menyebabkan kucing berubah perilakunya. Bisa saja ketika malam kucing yang Anda pelihara berburu, bertengkar dengan kucing lain atau bahkan mencuri makanan. Untuk menghindari kucing aktif pada malam hari sebaiknya masukan kucing ke dalam kandang ketika menjelang malam. Hal tersebut untuk menghindari kucing berperilaku buruk pada malam hari.

4. Ada Kucing Lain

Kucing termasuk hewan peliharaan yang tidak suka berbagai atau mengantri. Anda bisa perhatikan saat makan, seekor kucing cenderung ingin menguasai makanannya sendiri dan tidak suka jika ada kucing lain yang ikut makan. Ada banyak hal lain dimana kucing tidak suka berbagi dengan kucing lainnya, misalnya tempat tidur, mainan bahkan perhatian dari pemiliknya.

Karena kucing tidak suka berbagi dengan kucing lain, hal tersebut seekor kucing yang telah dipelihara tidak akan suka jika kedatangan kucing baru. Kedatangan kucing lain menyababkan kucing yang telah dipelihara stres kemudian bisa menjadi nakal karena sering bertengkar.

Jika Anda ingin memelihara lebih dari satu ekor kucing maka latih semua kucing yang dipelihara untuk bisa saling beradaptasi. Sebaiknya sediakan fasilitas sendiri-sendiri sehingga mereka nyaman dan tidak bertengkar. Misalnya sedia tempat makan sendiri-sendiri untuk menghindari kucing berebut saat makan.

5. Tidak Diberi Makan

Penyebab kucing nakal bisa karena jarang diberi makan. Kucing yang jarang diberi makan bisa menyebabkan insting liarnya muncul. Mereka akan mencari makanannya sendiri ketika mereka tidak diberi makan, bahkan mereka mulai berani mencuri makanan pemiliknya.

Ketika Anda memelihara kucing maka Anda harus konsisten memberi mereka makan. Atur jadwal makan kucing sehingga mereka tahu kapan waktunya makan. Jangan memberi makan kucing bersamaan saat Anda makan, karena kucing akan menganggap makanan Anda sama dengan makanan mereka. Sediakan makanan khusus untuk kucing dan berikan pada jam yang telah dijadwalkan.

6. Jarang Diperhatikan

Kucing sangat senang mencari perhatian kepada pemiliknya, mereka cenderung tidak suka dicuekin atau ditinggal sendirian. Kucing yang sedang mencari perhatian bertujuan agar mereka mendapat perhatian dari pemiliknya. Mereka berharap mendapatkan makanan ataupun hanya sekedar dielus oleh majikannya.

Ketika kucing jarang mendapatkan perhatian dari majikannya secara perlahan perilakunya akan berubah. Jika perubahan perilaku kucing mengarah ke agresif dan liar maka bisa menyebabkan kucing nakal. Sebaiknya selalu beri perhatian kucing misalnya memberi hadiah saat mereka berperilaku baik, sering mengelus kucing atau sering bermain dengan kucing. Tujuannya mencegah kucing tidak berubah perilakunya.

7. Sakit

Terjadinya perubahan perilaku kucing bisa disebabkan oleh faktor kesehatan. Kucing yang mengalami rasa sakit dapat menyebabkan perilakunya berbeda misalnya, lebih agresif, stres, bahkan menjadi nakal. Saat sakit tentu kucing menahan rasa sakit tersebut menyebabkan secara perlahan perilaku kucing berubah.

Terkadang kucing sakit lebih banyak sembunyi dan tidak suka disentuh. Jika Anda melihat perubahan perilaku kucing yang signifikan dan penyebabnya adalah menahan rasa sakit, segera bawa kucing ke dokter hewan. Umumnya dokter akan melakukan tindakan terbaik untuk menangani rasa sakit yang diderita kucing. Ada banyak masalah kesehatan kucing yang dapat segera ditangani oleh dokter hewan.

8. Kepribadian

Beberapa kucing memang memiliki kepribadian agresif dan cenderung liar. Kucing yang memiliki kepribadian agresif akan selalu aktif misalnya, sering mengeong, mencakar-cakar barang disekitarnya bahkan ada yang hobi memanjat genting.

Pada dasarnya kucing berperilaku agresif karena memang naluri alami mereka. Kucing mecakar-cakar barang disekitarnya bermaksud untuk mengasah kukunya, kucing yang sering memanjat dikarenakan menuruti insting berburunya.

Beberapa kucing ada yang cenderung tidak suka disentuh atau dipegang. Biasanya penyebabnya mereka jarang bersosialisasi dengan manusia ketika masih kecil. Kucing dengan kepribadian demikian akan lebih suka hidup sendiri ditempat yang tenang, mereka akan datang kepada pemiliknya ketika jam makan saja.

9. Terjadi Perubahan Lingkungan

Kucing adalah hewan yang cenderung teritorial dan beraktivitas secara rutinitas. Perubahan rutinitas dapat membuat kucing berubah perilakunya misalnya saja cenderung agresif. Memang kucing membutuhkan waktu yang lebih lama dalam beradaptasi jika dibandingkan dengan anjing.

Perubahan situasi lingkungan seperti pindah rumah, hewan peliharaan baru, bayi baru dan perubahan lingkungan lainnya berdampak serius pada perilaku kucing. Untuk menghindari kucing stres atau agresif saat terjadi lingkungan sebaiknya latih kucing untuk beradaptasi dengan lingkungan yang baru.

Siapkan tempat yang tenang dan pastikan ada tempat yang membuat kucing merasa aman. Dengan begitu kucing akan tetap sama perilaku meskipun terjadi perubahan lingkungan disekitar mereka.

About Nesya Damayanti

Dari kecil memang suka kucing. Sekarang nulis blog ini sebagai kegiatan rutin setelah lulus dari kuliah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *